Key insights and market outlook
Ekspansi Mass Rapid Transit (MRT) diproyeksikan akan mendorong permintaan berbagai segmen properti di Jabodetabek pada 2026. Ruang kantor, ritel, hunian vertikal, dan hotel diperkirakan akan mendapat manfaat, terutama di area yang dilalui jalur MRT. Menurut Arief Rahardjo dari Cushman and Wakefield Indonesia, keberadaan MRT telah menjadi pertimbangan utama bagi penyewa kantor, dengan gedung perkantoran grade A di sepanjang MRT Fase 1 menunjukkan pertumbuhan okupansi yang lebih cepat dibandingkan yang berada di luar koridor MRT.
Pengembangan sistem Mass Rapid Transit (MRT) diproyeksikan akan mendorong pertumbuhan berbagai segmen properti di wilayah Jabodetabek pada 2026. Sektor yang diperkirakan akan mendapat manfaat termasuk ruang kantor, ritel, hunian vertikal, dan hotel, terutama di lokasi yang dilalui jalur MRT.
Arief Rahardjo, Direktur Strategic Consulting Cushman and Wakefield Indonesia, menekankan bahwa keberadaan MRT telah menjadi faktor penting bagi penyewa kantor yang mempertimbangkan relokasi atau ekspansi. Tingkat okupansi gedung perkantoran grade A di sepanjang koridor MRT Fase 1 telah meningkat lebih cepat dibandingkan bangunan di luar area tersebut. Tren ini menunjukkan preferensi yang meningkat terhadap lokasi dengan infrastruktur transportasi publik yang memadai.
Pengaruh MRT tidak terbatas pada ruang kantor saja, tetapi berpotensi meningkatkan permintaan di sektor properti lainnya. Dengan meningkatnya konektivitas, area di sepanjang jalur MRT kemungkinan akan mengalami peningkatan aktivitas pembangunan di berbagai jenis properti. Infrastruktur transportasi ini diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan pasar properti di wilayah tersebut selama 2026.
MRT Expansion Impact on Property
Increased Office Space Demand