Key insights and market outlook
Morgan Stanley Capital International (MSCI) berencana menggunakan data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk menghitung free float emiten Indonesia. Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, mengklarifikasi bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap memegang otoritas penghitungan free float, sementara KSEI akan mendukung dengan menyediakan data yang diperlukan. Keputusan ini masih menunggu konfirmasi akhir dari MSCI, dengan masukan pasar diterima hingga 31 Desember 2025, dan hasilnya akan diumumkan pada 30 Januari 2026.
Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks global, berencana menggunakan data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk menghitung free float emiten Indonesia. Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, menekankan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap menjadi otoritas tunggal untuk penghitungan free float. Peran KSEI terbatas pada mendukung BEI dengan menyediakan data yang diperlukan.
MSCI saat ini mengumpulkan masukan dari pelaku pasar hingga 31 Desember 2025. Keputusan akhir mengenai penggunaan data KSEI untuk kalkulasi free float diharapkan diumumkan pada 30 Januari 2026. Timeline ini memberikan jendela klarifikasi bagi pelaku pasar untuk menyampaikan pendapat mereka tentang metodologi yang diusulkan.
Samsul Hidayat memastikan bahwa KSEI akan berkomunikasi dengan MSCI mengenai metodologi penghitungan free float mereka. Ia menekankan bahwa KSEI akan menyediakan data ke BEI jika diperlukan untuk kalkulasi mereka. Kolaborasi antara institusi keuangan ini menyoroti upaya berkelanjutan untuk meningkatkan akurasi data free float di pasar modal Indonesia.
Keputusan MSCI untuk berpotensi menggunakan data KSEI menandai perkembangan signifikan bagi lanskap keuangan Indonesia. Ini menggarisbawahi meningkatnya pentingnya pasar Indonesia dalam indeks investasi global dan kebutuhan akan data yang tepat dalam menghitung indeks pasar.
MSCI Data Usage Announcement
Free Float Calculation Methodology Review