Myanmar Holds Second Round of Elections Amid Low Turnout Concerns
Back
Back
3
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedJan 11
Sources1 verified

Myanmar Gelar Pemilu Tahap Dua di Tengah Kekhawatiran Partisipasi Rendah

Tim Editorial AnalisaHub·11 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Myanmar menggelar pemilu putaran kedua pada 11 Januari 2026 di tengah kekhawatiran rendahnya partisipasi pemilih pada putaran pertama. Proses pemilu didominasi oleh partai yang didukung militer setelah pembubaran partai oposisi besar, termasuk Liga Nasional untuk Demokrasi yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi. Pengamat menilai proses ini sebagai upaya melegitimasi kontrol militer setelah kudeta 2021.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Myanmar Gelar Pemilu Putaran Kedua di Tengah Kontroversi

Latar Belakang dan Konteks

Myanmar menggelar pemilu putaran kedua pada 11 Januari 2026, melanjutkan proses pemilu kontroversial yang telah dikritik karena kurangnya legitimasi. Putaran pertama mengalami partisipasi pemilih yang rendah, dengan banyak partai oposisi yang dibubarkan atau memboikot proses tersebut. Partai yang didukung militer mendominasi lanskap politik setelah pembubaran partai oposisi besar, termasuk Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin oleh penerima Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi.

Proses Pemilu dan Kritik

Proses pemilu ini mendapat kritik keras dari pengamat domestik dan internasional. Putaran pertama ditandai dengan partisipasi yang rendah, yang menurut pengamat disebabkan oleh absennya partai oposisi besar yang didiskualifikasi atau memilih boikot. Putaran kedua dilihat sebagai upaya junta militer melegitimasi kontrol mereka atas negara ini setelah kudeta 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil.

Lanskap Politik Pasca-Kudeta

Kudeta militer 2021 yang menahan Aung San Suu Kyi dan pemimpin NLD lainnya memicu konflik sipil luas di Myanmar, sebuah negara dengan populasi 51 juta. NLD, yang memenangkan dua pemilu terakhir dengan kemenangan telak, dibubarkan bersama dengan puluhan partai anti-junta lainnya karena gagal mendaftar untuk pemilu. Berbagai kelompok pemberontak menolak berpartisipasi dalam proses pemilu, semakin memperumit situasi politik.

Reaksi Internasional dan Lokal

Komunitas internasional mengungkapkan keprihatinan atas legitimasi proses pemilu, mengingat pengaruh besar militer dan absennya partai oposisi besar. Secara lokal, proses ini mendapat resistensi, dengan banyak yang melihatnya sebagai pemilu boneka yang dirancang untuk mengkonsolidasikan kekuasaan militer.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
5 days ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Myanmar ElectionsPolitical CrisisMilitary Rule

Key Events

Timeline from 1 verified sources