Key insights and market outlook
Nestle telah melakukan penarikan kembali produk susu formula bayi di berbagai benua, termasuk Eropa, Amerika, Afrika, dan Asia, karena potensi kontaminasi dengan bakteri Bacillus cereus. Keputusan ini diambil setelah investigasi internal menemukan adanya racun cereulide yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius pada bayi, seperti muntah, diare, dan nyeri perut. Setidaknya 37 negara telah mengeluarkan peringatan kesehatan terkait produk yang berpotensi terkontaminasi ini.
Nestle telah memulai penarikan kembali menyeluruh produk susu formula bayi di berbagai benua, termasuk Eropa, Amerika, Afrika, dan Asia. Penarikan ini dilakukan setelah terdeteksi bakteri Bacillus cereus dalam salah satu bahan produksi, yang berpotensi menghasilkan toksin cereulide. Toksin ini diketahui dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius pada bayi, termasuk muntah, diare, kelelahan tidak biasa, dan nyeri perut.
Penarikan ini telah memicu peringatan kesehatan di setidaknya 37 negara di berbagai wilayah, termasuk pasar utama di Eropa, Australia, Brasil, Cina, Meksiko, dan Afrika Selatan. Otoritas pengawas di seluruh dunia telah diberitahu, dan konsumen telah diimbau untuk segera menghentikan penggunaan produk yang terpengaruh. Sifat global dari penarikan ini menekankan pentingnya langkah-langkah pengendalian kualitas yang ketat dalam produksi produk nutrisi bayi.
Nestle memulai proses penarikan pada 5 Januari 2026, diawali di pasar Eropa sebelum diperluas ke wilayah lain seiring tersedianya informasi lebih lanjut dari investigasi internal mereka. Keputusan perusahaan untuk melakukan penarikan bertahap menunjukkan komitmen mereka terhadap keselamatan konsumen dan pendekatan proaktif dalam mengelola potensi risiko kesehatan. Insiden ini menyoroti pentingnya sistem penjaminan kualitas yang kuat dalam industri produksi makanan, terutama untuk produk yang ditujukan bagi populasi rentan seperti bayi.
Global Product Recall
Contamination Investigation