Key insights and market outlook
Pemerintah Selandia Baru memproyeksikan defisit anggaran yang berkelanjutan selama lima tahun ke depan karena perlambatan ekonomi yang terus berlanjut. Ekonomi telah mengalami kontraksi dalam tiga dari lima kuartal terakhir, sehingga menantang upaya disiplin fiskal. Pembaruan ekonomi dan fiskal tengah tahunan menunjukkan bahwa pemerintah tidak mengharapkan surplus anggaran dalam waktu dekat.
Pemerintah Selandia Baru telah merilis proyeksi fiskal terbaru, mengungkapkan bahwa anggaran negara tidak diharapkan kembali ke surplus dalam lima tahun ke depan. Perlambatan ekonomi yang terus berlanjut telah berdampak signifikan pada kemampuan pemerintah untuk menjaga disiplin fiskal. Menurut pembaruan ekonomi dan fiskal tengah tahunan yang dirilis pada 16 Desember 2025, ekonomi Selandia Baru telah mengalami kontraksi dalam tiga dari lima kuartal terakhir, menciptakan lingkungan yang menantang bagi pengelolaan fiskal.
Kontraksi ekonomi yang berkepanjangan telah menyebabkan penurunan pendapatan pemerintah, sehingga sulit untuk mencapai anggaran yang seimbang. Proyeksi terbaru pemerintah menunjukkan bahwa menjaga disiplin fiskal akan menjadi tantangan besar dalam beberapa tahun mendatang. Perlambatan ekonomi ditandai dengan penurunan belanja konsumen dan investasi bisnis, yang semakin mempersulit upaya untuk memulihkan kesehatan fiskal.
Ketidakmampuan pemerintah untuk mencapai surplus anggaran dalam waktu dekat memiliki implikasi penting bagi kebijakan fiskal. Defisit yang terus berlanjut dapat menyebabkan peningkatan tingkat utang pemerintah, yang berpotensi mempengaruhi peringkat kredit dan biaya pinjaman Selandia Baru. Pemerintah menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan kebutuhan stimulus fiskal dengan persyaratan untuk menjaga keberlanjutan fiskal jangka panjang.
New Zealand Budget Deficit Projection
Economic Contraction Impact