Key insights and market outlook
Korea Utara meluncurkan rudal balistik ganda dari Pyongyang ke laut lepas pantai timur pada 4 Januari 2026, menandai peluncuran pertama dalam dua bulan. Peluncuran ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke China, di mana perdamaian di Semenanjung Korea akan dibahas. Militer Korea Selatan meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan, serta berbagi intelijen dengan Amerika Serikat dan Jepang.
Korea Utara meluncurkan beberapa rudal balistik dari ibu kota Pyongyang ke laut lepas pantai timur pada 4 Januari 2026, sekitar pukul 7:50 pagi waktu setempat. Peluncuran ini menandai tes rudal balistik pertama Korea Utara dalam dua bulan terakhir, meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan dan stabilitas regional.
Peluncuran rudal ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke China, di mana Seoul berencana membahas inisiatif perdamaian di Semenanjung Korea. Waktu peluncuran ini menimbulkan pertanyaan tentang niat Korea Utara dan potensi respons dari aktor regional. Staf Gabungan Korea Selatan merespons dengan meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan militer, menekankan koordinasi erat dengan sekutu strategis termasuk Amerika Serikat dan Jepang.
Peluncuran ini memicu kekhawatiran regional langsung, dengan pimpinan militer Korea Selatan menyatakan, "Militer kami telah memperkuat pengawasan dan kewaspadaan sebagai persiapan untuk peluncuran lebih lanjut." Situasi ini menggarisbawahi tantangan keamanan yang terus berlanjut di wilayah ini dan kebutuhan akan kerja sama internasional untuk menjaga stabilitas.