Key insights and market outlook
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah memerintahkan peningkatan signifikan produksi rudal untuk tahun 2026, dengan alasan kebutuhan untuk memperkuat kemampuan pertahanan negara. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS dan Korea Selatan, dan mengikuti pengujian rudal agresif terbaru oleh Pyongyang. Peningkatan produksi ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperluas kesiapsiagaan militer dan kapasitas produksi senjata Korea Utara.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengarahkan perluasan besar-besaran kemampuan produksi rudal negara tersebut di tahun 2026. Keputusan ini diambil saat Kim mengunjungi beberapa pabrik amunisi yang didampingi oleh pejabat senior. Menurut laporan media negara, Kim menekankan bahwa tahun depan akan menjadi periode aktivitas intensif bagi industri senjata.
Peningkatan produksi ini merupakan bagian dari strategi Korea Utara yang lebih luas untuk meningkatkan kemampuan pencegahan militernya. Kim menyoroti bahwa sektor produksi rudal dan amunisi memainkan peran "sangat penting" dalam memperkuat pencegahan perang negara tersebut. Analis mencatat bahwa uji coba rudal terbaru bertujuan untuk meningkatkan akurasi serangan, menantang Amerika Serikat dan Korea Selatan, serta menguji senjata sebelum potensi ekspor, terutama ke Rusia.
Perkembangan ini muncul seiring dengan semakin eratnya hubungan Korea Utara dengan Rusia sejak invasi Moskow ke Ukraina hampir empat tahun lalu. Pyongyang dilaporkan telah mengirimkan pasukan, peluru artileri, rudal, dan sistem roket jarak jauh untuk mendukung upaya militer Rusia. Kerja sama militer yang semakin erat ini menambah lapisan kompleksitas pada lingkungan keamanan regional yang sudah tegang.
Missile Production Increase
Military Readiness Enhancement