Key insights and market outlook
Indonesia mempertimbangkan tenaga nuklir sebagai solusi strategis untuk mengurangi emisi karbon dan menggantikan batu bara dalam bauran energinya. Konsultan nuklir Bob S. Effendi berpendapat bahwa menggantikan batu bara sangat penting karena saat ini mendukung 75% listrik dan ekonomi Indonesia. Tantangannya adalah menemukan pengganti yang andal dan terjangkau.
Indonesia menghadapi tantangan besar dalam upayanya mengurangi emisi karbon: menggantikan batu bara. Saat ini, batu bara mendukung 75% pembangkit listrik dan ekonomi negara. Konsultan nuklir Bob S. Effendi dari PT Xpert Synergy Solution menekankan bahwa menemukan pengganti yang tepat bukan hanya pilihan, tapi kebutuhan strategis.
Menurut Effendi, pengganti batu bara harus memenuhi tiga kriteria penting: andal, terjangkau, dan mampu menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional. Tenaga nuklir muncul sebagai solusi potensial yang bisa memenuhi persyaratan ini.
Pertimbangan tenaga nuklir muncul seiring komitmen Indonesia untuk mengurangi jejak karbon. Effendi berpendapat bahwa transisi dari batu bara diperlukan, tapi tidak bisa dilakukan sembarangan. Tenaga nuklir, dengan kemampuannya menyediakan baseload power, hadir sebagai alternatif yang layak untuk membantu Indonesia mencapai target emisi tanpa mengorbankan kebutuhan energi dan ekonominya.
Nuclear Energy Consideration for Emission Reduction