Key insights and market outlook
Mantan pimpinan KPK Nurul Ghufron telah menarik diri dari pencalonannya sebagai komisaris independen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM). Pengunduran diri ini diterima Bank Jatim pada 19 November 2025. Meskipun ada perubahan ini, bank mempertahankan kinerja keuangan yang kuat dengan pertumbuhan laba bersih 23,51% YoY menjadi Rp1,148 triliun hingga akhir Kuartal III 2025, didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 29,25%.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), atau yang dikenal sebagai Bank Jatim, telah mengumumkan bahwa Nurul Ghufron telah menarik diri dari pencalonannya sebagai komisaris independen. Bank menerima surat pengunduran diri Ghufron pada 19 November 2025. Meskipun perkembangan ini terjadi, manajemen Bank Jatim memastikan bahwa tidak ada kejadian atau informasi material yang akan berdampak pada operasional bank, status hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
Bank Jatim telah melaporkan hasil keuangan yang kuat, dengan laba bersih mencapai Rp1,148 triliun hingga akhir Kuartal III 2025. Ini merupakan peningkatan 23,51% tahun-ke-tahun (YoY) dibandingkan Rp930,06 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja kuat ini terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 29,25%, yang naik menjadi Rp5,1 triliun dari Rp3,94 triliun pada September 2024.
Nurul Ghufron, mantan komisioner KPK (2019-2024), diangkat sebagai calon komisaris independen selama Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Jatim untuk tahun buku 2024 pada 22 Mei 2025. Pengangkatannya tunduk pada persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengunduran dirinya dari pencalonan merupakan perkembangan signifikan dalam struktur kepemimpinan bank.
Leadership Change
Strong Q3 Financial Results