Key insights and market outlook
Harga minyak terkoreksi pada Rabu, turun 0,2% untuk Brent menjadi $62,24 per barel dan 0,05% untuk WTI menjadi $58,29 per barel. Penurunan ini terjadi saat investor menilai data pertumbuhan ekonomi AS dan risiko geopolitik dari Venezuela dan Rusia. Meskipun ada kenaikan 6% sejak 16 Desember, harga minyak masih menuju penurunan tahunan paling tajam sejak 2020.
Harga minyak mengalami penurunan pada Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi AS terbaru bersama dengan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung. Kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup turun 14 sen (0,2%) menjadi $62,24 per barel, sementara kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 3 sen (0,05%) menjadi $58,29 per barel.
Meski mengalami penurunan hari ini, kontrak Brent dan WTI telah mengalami kenaikan sekitar 6% sejak 16 Desember. Kenaikan ini mengikuti penurunan signifikan yang membawa harga ke level terendah dalam hampir lima tahun pada periode tersebut. Pergerakan harga saat ini diawasi ketat karena dapat menandakan penurunan tahunan paling tajam sejak 2020.
Pasar minyak saat ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: indikator pertumbuhan ekonomi AS dan ketegangan geopolitik. Investor sedang menilai data ekonomi AS untuk memprediksi permintaan minyak di masa depan, sambil terus memantau potensi gangguan pasokan dari negara-negara seperti Venezuela dan Rusia. Faktor-faktor ini menciptakan volatilitas pasar karena para pedagang menyesuaikan posisi mereka berdasarkan pengaruh yang saling bertentangan ini.
Oil Price Correction
US Economic Data Release
Geopolitical Tensions Escalation