Key insights and market outlook
Harga minyak naik 1% pada hari Jumat, didorong potensi gangguan pasokan akibat kemungkinan blokade tanker Venezuela oleh AS. Minyak mentah Brent mencapai $60,47 per barel, sementara WTI stabil di $56,66 per barel. Meski ada kenaikan mingguan, kedua patokan minyak tetap fluktuatif di tengah tensi geopolitik global dan sinyal pasar yang beragam.
Harga minyak mencatat kenaikan tipis pada hari Jumat, dengan minyak mentah Brent naik 1,1% menjadi $60,47 per barel dan WTI naik 0,9% menjadi $56,66 per barel. Pergerakan ini terutama didorong oleh kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan akibat kemungkinan blokade tanker Venezuela oleh AS.
Pasar minyak tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik, terutama ketegangan antara AS dan Venezuela. Potensi blokade tanker Venezuela telah meningkatkan kekhawatiran tentang gangguan rantai pasokan, sehingga mendukung harga minyak. Selain itu, pelaku pasar memantau dengan seksama perkembangan terkait potensi pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina, yang dapat memiliki implikasi signifikan bagi pasar energi global.
Menurut analis dari Ritterbusch and Associates, pasar minyak menunjukkan perilaku waspada sambil menunggu panduan lebih lanjut tentang pembicaraan damai Rusia-Ukraina dan pembaruan tentang situasi Venezuela. Dinamika pasar saat ini mencerminkan keseimbangan yang rapuh antara risiko geopolitik dan faktor ekonomi yang mempengaruhi permintaan dan pasokan minyak.
Dalam berita pasar energi terkait, penurunan harga gasoline AS ke level terendah dalam empat tahun telah menyebabkan penurunan crack spread ke level terendah sejak Februari. Perkembangan ini menyoroti interaksi kompleks antara berbagai segmen pasar energi dan dampaknya terhadap tren pasar secara keseluruhan.
Oil Price Increase
Venezuela Tanker Blockade Concerns
Russia-Ukraine Peace Talks