Key insights and market outlook
Harga minyak naik lebih dari 1% pada hari Jumat setelah pusat energi utama Rusia, Novorossiysk, menghentikan ekspor minyak menyusul serangan drone Ukraina ke depot minyaknya. Minyak mentah Brent naik 1,4% menjadi $63,88 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) meningkat 1,6% menjadi $59,62 per barel. Harga sempat melonjak lebih dari 2% di awal sesi sebelum memangkas sebagian kenaikannya.
Harga minyak mengalami kenaikan signifikan pada hari Jumat setelah perkembangan penting dalam konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung. Sebuah serangan drone Ukraina menargetkan pusat energi utama Rusia di Novorossiysk di Laut Hitam, sehingga menghentikan ekspor minyak dari fasilitas tersebut.
Berita tersebut memicu respons tajam di pasar minyak global, dengan minyak mentah Brent naik 1,4% menjadi $63,88 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) meningkat 1,6% menjadi $59,62 per barel. Pada puncak reaksi, harga sempat melonjak lebih dari 2% sebelum mengkonsolidasikan sebagian kenaikannya.
Pergerakan harga didorong oleh kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan dari Rusia, salah satu produsen minyak utama dunia. Serangan terhadap Novorossiysk, terminal ekspor energi penting, meningkatkan ketakutan akan eskalasi lebih lanjut dalam konflik dan dampaknya terhadap pasokan energi global.
Insiden ini menyoroti risiko geopolitik yang sedang berlangsung yang mempengaruhi pasar energi global. Ketika ketegangan antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut, komunitas internasional memantau dengan cermat perkembangan lebih lanjut yang dapat mempengaruhi produksi dan distribusi minyak.
Oil Price Increase
Russia Oil Export Halted
Ukraine Drone Attack