Key insights and market outlook
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah mengimplementasikan sistem terintegrasi yang menggabungkan e-Registration OJK dengan sistem SPEK dan S-INVEST milik KSEI. Integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi administrasi produk reksa dana, menyederhanakan proses mulai dari pendaftaran hingga pembatalan produk. Sistem baru ini diresmikan pada 22 Desember 2025, mengatasi inefisiensi sebelumnya dimana dokumen diajukan melalui platform terpisah.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah berhasil mengimplementasikan sistem terintegrasi yang menggabungkan Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) atau e-Registration OJK dengan Sistem Pendaftaran Efek secara Elektronik (SPEK) dan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST) milik KSEI. Integrasi ini, yang diluncurkan pada 22 Desember 2025, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi administrasi produk reksa dana secara signifikan.
Sistem terintegrasi baru ini menyederhanakan berbagai proses administrasi untuk produk reksa dana, termasuk pendaftaran, perubahan, dan pembatalan. Sebelumnya, sejak 2015, proses registrasi mewajibkan bank kustodian dan manajer investasi untuk mengajukan dokumen pendukung melalui platform terpisah - SPRINT untuk OJK dan S-INVEST untuk KSEI. Duplikasi upaya ini telah dihilangkan dengan sistem baru, menciptakan proses yang lebih ramping dan efisien.
Integrasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pemangku kepentingan di industri reksa dana dengan mengurangi beban administrasi dan waktu pemrosesan. Dengan memungkinkan pengajuan dokumen yang diperlukan hanya sekali, sistem ini meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi potensi kesalahan yang terkait dengan entri data ganda.
Perkembangan ini merupakan langkah positif menuju modernisasi infrastruktur keuangan Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan proses regulasi, OJK dan KSEI menciptakan lingkungan yang lebih ramah investor yang berpotensi menarik lebih banyak investasi ke pasar reksa dana. Integrasi ini juga menunjukkan upaya berkelanjutan regulator keuangan Indonesia untuk meningkatkan ekosistem investasi negara.
Integrated System Launch for Reksa Dana
Administrative Process Simplification