Key insights and market outlook
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa Surat Berharga Negara (SBN) tetap menjadi instrumen investasi pilihan utama bagi industri asuransi Indonesia. Hingga data terbaru, perusahaan asuransi terus memfavoritkan aset konservatif dan likuid, terutama SBN, dalam portofolio investasinya. Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, menyoroti tren ini, menunjukkan strategi investasi industri yang berhati-hati.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa Surat Berharga Negara (SBN) tetap menjadi landasan utama portofolio investasi di industri asuransi Indonesia. Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, menekankan bahwa perusahaan asuransi terus memprioritaskan investasi berisiko rendah dan likuiditas tinggi, dengan SBN sebagai pilihan utama.
Portofolio investasi industri asuransi tetap sangat berbobot pada instrumen keuangan konservatif. SBN terus menjadi kendaraan investasi dominan, mencerminkan pendekatan hati-hati industri dalam manajemen investasi. Preferensi untuk obligasi pemerintah ini menggarisbawahi fokus sektor dalam menjaga stabilitas keuangan dan memenuhi kewajiban klaim di masa depan.
Pengamatan OJK ini menyoroti peran pengawasan badan regulasi terhadap praktik investasi industri asuransi. Dengan mempertahankan profil investasi konservatif, perusahaan asuransi lebih siap mengelola risiko dan memastikan keberlanjutan jangka panjang. Peran pengawasan OJK sangat krusial dalam menjaga stabilitas sektor keuangan, khususnya di industri asuransi.
Insurance Investment Trends
SBN Dominance in Insurance Portfolios