Key insights and market outlook
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti rendahnya literasi keuangan di kalangan perempuan Indonesia, membuat mereka lebih rentan terhadap praktik pinjaman online ilegal. Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Cecep Setiawan, menekankan bahwa perempuan, khususnya ibu rumah tangga, memainkan peran penting dalam mengelola keuangan keluarga. Untuk mengurangi risiko, OJK telah menyediakan daftar platform fintech lending yang berizin yang terdaftar di OJK.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyoroti masalah rendahnya literasi keuangan di kalangan perempuan Indonesia, yang menjadi faktor kerentanan signifikan terhadap praktik pinjaman online ilegal. Menurut Cecep Setiawan, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, perempuan, khususnya ibu rumah tangga, memainkan peran penting dalam mengelola keuangan keluarga, sehingga literasi keuangan mereka sangat penting untuk stabilitas keuangan rumah tangga.
Untuk mengatasi masalah ini, OJK telah mengambil beberapa inisiatif:
Upaya OJK untuk meningkatkan literasi keuangan sangat penting dalam melindungi konsumen dari praktik keuangan ilegal dan mempromosikan lingkungan keuangan yang lebih stabil. Dengan fokus pada pendidikan dan penyediaan sumber daya untuk mengidentifikasi layanan keuangan yang sah, OJK bertujuan memberdayakan perempuan dan rumah tangga untuk membuat keputusan keuangan yang tepat.
Financial Literacy Initiative by OJK
Identification of Licensed Fintech Platforms