OJK Highlights Low Financial Literacy Among Indonesian Women as Risk Factor for Illegal Lending
Back
Back
4
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 22
Sources1 verified

OJK Soroti Rendahnya Literasi Keuangan Perempuan Indonesia sebagai Faktor Risiko Pinjol Ilegal

Tim Editorial AnalisaHub·22 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti rendahnya literasi keuangan di kalangan perempuan Indonesia, membuat mereka lebih rentan terhadap praktik pinjaman online ilegal. Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Cecep Setiawan, menekankan bahwa perempuan, khususnya ibu rumah tangga, memainkan peran penting dalam mengelola keuangan keluarga. Untuk mengurangi risiko, OJK telah menyediakan daftar platform fintech lending yang berizin yang terdaftar di OJK.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

OJK Soroti Rendahnya Literasi Keuangan di Kalangan Perempuan Indonesia

Kerentanan terhadap Pinjaman Online Ilegal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyoroti masalah rendahnya literasi keuangan di kalangan perempuan Indonesia, yang menjadi faktor kerentanan signifikan terhadap praktik pinjaman online ilegal. Menurut Cecep Setiawan, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, perempuan, khususnya ibu rumah tangga, memainkan peran penting dalam mengelola keuangan keluarga, sehingga literasi keuangan mereka sangat penting untuk stabilitas keuangan rumah tangga.

Temuan dan Kekhawatiran Utama

  1. Jurang Gender dalam Literasi Keuangan: Cecep Setiawan menunjukkan bahwa perempuan memiliki tingkat literasi keuangan yang lebih rendah dibandingkan laki-laki, membuat mereka lebih rentan terhadap keputusan keuangan yang berisiko dan praktik pinjaman ilegal.
  2. Peran Perempuan dalam Keuangan Keluarga: Meskipun ada kesenjangan gender, perempuan, terutama ibu rumah tangga, sering kali menjadi pengelola utama keuangan rumah tangga, menekankan perlunya pendidikan keuangan yang lebih baik.
  3. Meningkatnya Pinjaman Ilegal: Kurangnya pemahaman keuangan membuat perempuan lebih rentan menjadi korban platform pinjaman online ilegal yang menawarkan pencairan cepat tanpa persyaratan ketat.

Inisiatif OJK untuk Meningkatkan Literasi Keuangan

Untuk mengatasi masalah ini, OJK telah mengambil beberapa inisiatif:

  1. Daftar Platform Fintech Berizin: OJK telah menyediakan daftar platform fintech lending yang terdaftar dan berizin resmi, membantu konsumen mengidentifikasi layanan yang sah.
  2. Program Edukasi Keuangan: OJK, bekerja sama dengan Kemenko PMK, menyelenggarakan acara literasi keuangan untuk mendidik masyarakat, khususnya perempuan, tentang risiko yang terkait dengan pinjaman ilegal dan pentingnya perencanaan keuangan.

Kesimpulan

Upaya OJK untuk meningkatkan literasi keuangan sangat penting dalam melindungi konsumen dari praktik keuangan ilegal dan mempromosikan lingkungan keuangan yang lebih stabil. Dengan fokus pada pendidikan dan penyediaan sumber daya untuk mengidentifikasi layanan keuangan yang sah, OJK bertujuan memberdayakan perempuan dan rumah tangga untuk membuat keputusan keuangan yang tepat.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
3 weeks ago
Read Time
12 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Financial LiteracyIllegal Lending PracticesFinancial Inclusion

Key Events

1

Financial Literacy Initiative by OJK

2

Identification of Licensed Fintech Platforms

Timeline from 1 verified sources