OJK Highlights Underperformance of LQ45 Index Compared to IHSG in 2025
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 2
Sources1 verified

OJK Soroti Kinerja Indeks LQ45 yang Tergolong Lambat Dibandingkan IHSG Sepanjang 2025

Tim Editorial AnalisaHub·2 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mencatat bahwa indeks LQ45 hanya tumbuh 2,41% di tahun 2025, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 22,13%. Perbedaan kinerja ini menunjukkan bahwa indeks LQ45, yang terdiri dari perusahaan-perusahaan terbesar di Indonesia, memiliki potensi penguatan di masa depan. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua OJK dalam acara pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2026 pada 2 Januari 2026.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

OJK Soroti Kinerja Indeks LQ45 yang Tergolong Lambat di 2025

Terjadi Perbedaan Kinerja yang Signifikan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyoroti kinerja indeks LQ45 yang kurang impresif selama tahun 2025. Indeks yang melacak saham-saham terbesar dan paling likuid di Indonesia ini hanya mencatat pertumbuhan sebesar 2,41% sepanjang tahun. Kinerja ini sangat berbeda dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 22,13% pada periode yang sama.

Implikasi bagi Kinerja Pasar

Perbedaan kinerja yang signifikan antara indeks LQ45 dan IHSG menunjukkan bahwa meskipun pasar secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan yang kuat, return yang diperoleh tidak merata di berbagai segmen. Mahendra Siregar menyatakan bahwa kinerja indeks LQ45 yang relatif lemah menunjukkan potensi apresiasi di masa depan. Indeks LQ45 terdiri dari saham-saham blue-chip yang biasanya dianggap sebagai investasi yang stabil dan sering digunakan sebagai benchmark oleh manajer investasi domestik dan internasional.

Konteks Pasar dan Prospek Masa Depan

Pernyataan Ketua OJK pada acara pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia pada 2 Januari 2026 ini menekankan pentingnya memantau kinerja indeks pasar utama. Kinerja indeks LQ45 yang tertinggal dari pasar yang lebih luas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk rotasi sektor dan preferensi investor terhadap saham-saham dengan kapitalisasi lebih kecil yang tidak termasuk dalam indeks LQ45.

Pengamatan bahwa indeks LQ45 tertinggal dari pasar yang lebih luas dapat menandakan adanya peluang bagi investor untuk memanfaatkan saham-saham large-cap yang berpotensi undervalued. Seiring dengan perkembangan pasar, pemantauan tren ini oleh OJK akan sangat penting dalam menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan investor.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
2 weeks ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified
Related Stocks
LQ45IHSG

Topics Covered

LQ45 PerformanceIHSG ComparisonMarket Analysis

Key Events

1

LQ45 Performance Review 2025

2

IHSG Outperformance

Timeline from 1 verified sources