Key insights and market outlook
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa minat investor asing terhadap sektor perbankan Indonesia tetap tinggi, didukung oleh fundamental industri yang solid dan likuiditas yang memadai. Hingga September 2025, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 7,70% year-on-year, dengan bank asing menyumbang 22,04% dari total kredit dan menguasai 21,60% dari total dana pihak ketiga. OJK menyatakan bahwa fundamental sektor yang kuat dan iklim investasi yang positif terus menarik investasi asing.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa minat investor asing terhadap sektor perbankan Indonesia tetap kuat, didukung oleh fundamental industri yang solid dan kebutuhan akan likuiditas valuta asing yang lebih dalam. Menurut Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, iklim investasi di sektor perbankan tetap positif. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit 7,70% year-on-year per September 2025, didukung oleh likuiditas yang memadai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Hingga September 2025, bank asing dan kantor cabang mereka memiliki pangsa pasar 24,81% di sektor perbankan Indonesia. Kontribusi mereka terhadap penyaluran kredit mencapai Rp 1.799,17 triliun, atau 22,04% dari total kredit perbankan. Dalam penghimpunan dana pihak ketiga, bank asing mengelola Rp 2.093,59 triliun, atau 21,60% dari total industri. Angka-angka ini menunjukkan peran penting bank asing dalam lanskap keuangan Indonesia.
OJK tetap optimis tentang investasi asing lanjutan di sektor ini. Otoritas ini mengaitkan prospek positif ini dengan fundamental industri perbankan yang kuat, termasuk pertumbuhan kredit yang solid dan likuiditas yang memadai. Seperti yang dikatakan Dian Ediana Rae, "Kepercayaan terhadap fundamental sektor perbankan masih tinggi, terlihat dari pertumbuhan kredit yang solid dan likuiditas yang tetap ample." Keyakinan ini diharapkan dapat menjaga daya tarik sektor ini bagi investor asing ke depan.
Banking Sector Growth Report
Foreign Investment Update