OJK Optimistic Indonesian Banks' Performance Will Improve in 2026 Following Management Overhaul
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedJan 10
Sources2 verified

OJK Optimistis Kinerja Bank di Indonesia Akan Membaik di 2026 Setelah Perombakan Manajemen

Tim Editorial AnalisaHub·10 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kinerja bank di Indonesia akan membaik di tahun 2026 setelah adanya perubahan manajemen yang signifikan di tahun 2025. Pertumbuhan kredit diproyeksikan akan melebihi batas bawah target 8-11% yang ditetapkan OJK dan Bank Indonesia. Hingga November 2025, pertumbuhan kredit mencapai 7,74% YoY, sementara dana pihak ketiga tumbuh sebesar 12,03% YoY. Rasio kecukupan modal sektor perbankan berada pada level 26,05%, menunjukkan ketahanan yang kuat.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

OJK Optimistis Perbankan Indonesia Membaik di 2026 Setelah Perubahan Manajemen

Proyeksi Positif terhadap Pertumbuhan Kredit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kinerja bank-bank di Indonesia akan membaik di tahun 2026 setelah adanya perubahan manajemen signifikan di bank-bank besar selama tahun 2025 1

. Kepala Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa perombakan manajemen yang terjadi secara luas di bank-bank milik negara, swasta, dan daerah diharapkan akan menghasilkan kinerja yang lebih baik di tahun mendatang.

Pertumbuhan Kredit dan Simpanan

Hingga November 2025, pertumbuhan kredit mencapai 7,74% year-on-year (YoY), naik dari 7,36% di bulan sebelumnya 2

. OJK memproyeksikan bahwa pertumbuhan kredit akan melebihi batas bawah target 8-11% yang ditetapkan untuk tahun 2025. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 12,03% YoY menjadi Rp9.899,07 triliun, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang kuat terhadap sistem perbankan.

Kualitas Aset dan Kecukupan Modal

Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross berada pada level 2,21% pada November 2025, sedikit lebih tinggi dari 2,19% pada November 2024. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 26,05%, menunjukkan buffer modal yang kuat meskipun sedikit menurun dari 26,87% pada tahun sebelumnya.

Analisis Sektor

Kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,98% YoY, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 6,67%, sementara kredit modal kerja hanya tumbuh sebesar 2,04%. Kredit korporasi tumbuh sebesar 12% YoY, sementara kredit UMKM masih menghadapi tantangan dan tetap terkontraksi.

Perspektif Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) sejalan dengan optimisme OJK, dengan bank sentral memprediksi pertumbuhan kredit akan mencapai target 8-11% pada akhir tahun. Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M. Juhro, menekankan bahwa pertumbuhan kuat pada kredit investasi menunjukkan sentimen positif pelaku usaha dan kepercayaan terhadap prospek ekonomi jangka menengah 2

.

Tantangan dan Peluang

Meskipun sektor perbankan menunjukkan ketahanan, tantangan tetap ada, terutama pada kredit modal kerja yang hanya tumbuh sebesar 2,39% YoY. Solikin mencatat bahwa hal ini mencerminkan kondisi operasional di beberapa sektor ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Namun, ketahanan sistem perbankan didukung oleh buffer modal yang kuat dan likuiditas yang memadai.

Sumber

  1. [Kontan](
  2. [Bisnis.com](
Original Sources

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
13 min
Sources
2 verified

Topics Covered

Banking PerformanceCredit GrowthFinancial Regulation

Key Events

1

Banking Management Overhaul

2

Credit Growth Projection

3

Capital Adequacy Update

Timeline from 2 verified sources