Key insights and market outlook
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kinerja bank di Indonesia akan membaik di tahun 2026 setelah adanya perubahan manajemen yang signifikan di tahun 2025. Pertumbuhan kredit diproyeksikan akan melebihi batas bawah target 8-11% yang ditetapkan OJK dan Bank Indonesia. Hingga November 2025, pertumbuhan kredit mencapai 7,74% YoY, sementara dana pihak ketiga tumbuh sebesar 12,03% YoY. Rasio kecukupan modal sektor perbankan berada pada level 26,05%, menunjukkan ketahanan yang kuat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kinerja bank-bank di Indonesia akan membaik di tahun 2026 setelah adanya perubahan manajemen signifikan di bank-bank besar selama tahun 2025 1
Hingga November 2025, pertumbuhan kredit mencapai 7,74% year-on-year (YoY), naik dari 7,36% di bulan sebelumnya 2
Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross berada pada level 2,21% pada November 2025, sedikit lebih tinggi dari 2,19% pada November 2024. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 26,05%, menunjukkan buffer modal yang kuat meskipun sedikit menurun dari 26,87% pada tahun sebelumnya.
Kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,98% YoY, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 6,67%, sementara kredit modal kerja hanya tumbuh sebesar 2,04%. Kredit korporasi tumbuh sebesar 12% YoY, sementara kredit UMKM masih menghadapi tantangan dan tetap terkontraksi.
Bank Indonesia (BI) sejalan dengan optimisme OJK, dengan bank sentral memprediksi pertumbuhan kredit akan mencapai target 8-11% pada akhir tahun. Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M. Juhro, menekankan bahwa pertumbuhan kuat pada kredit investasi menunjukkan sentimen positif pelaku usaha dan kepercayaan terhadap prospek ekonomi jangka menengah 2
Meskipun sektor perbankan menunjukkan ketahanan, tantangan tetap ada, terutama pada kredit modal kerja yang hanya tumbuh sebesar 2,39% YoY. Solikin mencatat bahwa hal ini mencerminkan kondisi operasional di beberapa sektor ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Namun, ketahanan sistem perbankan didukung oleh buffer modal yang kuat dan likuiditas yang memadai.
Banking Management Overhaul
Credit Growth Projection
Capital Adequacy Update