OJK Plans to Eliminate KBMI 1 Category, Prompting Consolidation Among Small Banks
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 5
Sources2 verified

OJK Berencana Menghapus Kategori KBMI 1, Dorong Konsolidasi Bank Kecil

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menghapus kategori KBMI 1 untuk bank dengan modal inti hingga Rp6 triliun, mendorong konsolidasi di kalangan bank kecil. 61 bank saat ini masuk KBMI 1, menguasai sekitar 10% total aset perbankan. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi, memperkuat buffer modal, dan memperbaiki manajemen risiko. Bankir dan ekonom melihat adanya peluang dan tantangan dalam pergeseran regulasi ini, termasuk potensi penghematan biaya dan peningkatan daya saing, namun juga risiko integrasi dan potensi penurunan akses layanan bagi segmen nasabah tertentu.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Rencana OJK Menghapus KBMI 1: Era Baru Perbankan Indonesia

Latar Belakang dan Konteks Regulasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menghapus kategori KBMI 1, yang saat ini mencakup bank dengan modal inti hingga Rp6 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari upaya konsolidasi sektor perbankan untuk meningkatkan stabilitas dan efisiensi. Kategori KBMI 1 mencakup 61 bank per Juni 2025, yang secara kolektif menguasai sekitar 10% total aset industri dan menyumbang sekitar 6% dari total laba sektor perbankan 1

2.

Reaksi Industri dan Perspektif

Perwakilan bank mengungkapkan berbagai pandangan tentang rencana OJK. Yudi Dharma Nugraha dari Bank Mega Syariah menyatakan bahwa banknya akan mematuhi regulasi baru dan terus fokus memperkuat modal, tata kelola, dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Pranata dari BCA Syariah menyatakan bahwa banknya masih mempelajari proposal tersebut dan belum menerima pemberitahuan formal dari OJK mengenai penghapusan KBMI 1. Anton Hermawan dari Krom Bank Indonesia menyebutkan bahwa banknya terus mencari peluang kolaborasi strategis, termasuk potensi merger dan akuisisi, untuk memperluas jangkauan layanan dan memperkuat portofolio produk 1

.

Rasional Ekonomi dan Dampak Potensial

Ekonom melihat rencana OJK ini relevan meskipun profitabilitas bank KBMI 1 meningkat. Josua Pardede dari Bank Permata mencatat bahwa meskipun bank KBMI 1 mencatatkan laba Rp7,97 triliun per Juni 2025, kontribusinya terhadap industri perbankan tetap terbatas. Ia menekankan bahwa konsolidasi sangat penting untuk mencapai efisiensi skala, memperkuat buffer modal, dan meningkatkan kapabilitas manajemen risiko. Kondisi makroprudensial saat ini, dengan CAR industri yang tinggi 26,15% dan NPL rendah 2,24%, memberikan lingkungan yang kondusif untuk restrukturisasi 2

.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Penghapusan KBMI 1 menghadirkan tantangan dan peluang. Meskipun dapat menghasilkan penghematan biaya dan meningkatkan daya saing entitas yang dikonsolidasikan, hal ini juga menimbulkan risiko integrasi dan potensi penurunan akses layanan bagi segmen nasabah tertentu. Josua Pardede menekankan perlunya perencanaan dan pengawasan yang cermat untuk mengurangi risiko ini, termasuk rencana integrasi risiko-TI yang detail, tes stres pasca-merger, dan fase transisi yang jelas. Peran regulator akan sangat krusial dalam memastikan konsolidasi tidak merugikan akses konsumen ke layanan keuangan atau menciptakan struktur pasar anti-kompetitif 2

.

Sumber

  1. [Bisnis.com - Sejumlah Bank Kecil Angkat Bicara](
  2. [Bisnis.com - Ekonom: Rencana Hapus KBMI 1 Tetap Relevan](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
15 min
Sources
2 verified

Topics Covered

Banking ConsolidationFinancial RegulationBanking Sector Reform

Key Events

1

OJK's Plan to Eliminate KBMI 1

2

Banking Sector Consolidation

3

Regulatory Change Impact

Timeline from 2 verified sources