OJK Prepares New Free Float Standard as IHSG Shows Marginal Decline
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 5
Sources1 verified

OJK Siapkan Standar Free Float Baru saat IHSG Melemah Tipis

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.370,44 dengan penurunan sebesar 0,02%, sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mempersiapkan implementasi persyaratan free float minimum 10% untuk IPO di masa depan. Regulator berencana menaikkan ini secara bertahap menjadi 25%, melebihi ambang batas awal 7,5%. Penggerak utama termasuk DSSA (+3,67%), MORA (+19,70%), dan TLKM (+1,43%), sementara AMMN (-3,65%) dan BREN (-1,52%) menjadi penurun.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

OJK Akan Perkenalkan Standar Free Float Baru saat IHSG Melemah Tipis

Tinjauan Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 8.370,44 pada akhir pekan perdagangan terakhir, menunjukkan penurunan marginal sebesar 0,02%. Aktivitas perdagangan ditandai oleh pergerakan campuran di berbagai saham dan sektor. Penggerak utama positif termasuk DSSA dengan kenaikan 3,67%, MORA melonjak 19,70%, dan TLKM naik 1,43%. Sebaliknya, AMMN menjadi penurun terbesar dengan penurunan 3,65%, diikuti BREN (-1,52%) dan BRMS (-2,99%).

Performa Sektor

Dari 11 sektor yang dilacak, sembilan sektor mengalami penurunan, dengan sektor industri mengalami penurunan terbesar sebesar 1,76%. Sebaliknya, sektor infrastruktur menjadi yang terbaik dengan kenaikan 1,18%. Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp56,74 miliar di pasar reguler dan Rp73,42 miliar di seluruh pasar.

Regulasi Free Float OJK

Dalam perkembangan regulasi penting, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mempersiapkan pedoman baru untuk persyaratan free float minimum. Regulator berencana menetapkan ambang batas awal sebesar 10% untuk perusahaan yang akan melakukan IPO. Ini merupakan bagian dari rencana untuk menaikkan persyaratan free float secara bertahap menjadi 25%, naik dari 7,5% saat ini. Kenaikan ini bertujuan meningkatkan likuiditas pasar dan memperkuat kualitas perdagangan.

Pengumuman Dividen: Surya Pertiwi

Dalam berita korporasi, Surya Pertiwi (SPTO) mengumumkan dividen interim untuk tahun fiskal 2025 sebesar Rp94,5 miliar, mewakili sekitar 53,48% dari kas dan setara kas per September 2025. Pembayaran dividen sebesar Rp35 per saham. Tanggal penting bagi investor termasuk cum-dividen pada 24 November, ex-dividen pada 25 November, dan pembayaran pada 12 Desember.

Rekomendasi Saham

Beberapa saham menjadi sorotan dalam rekomendasi investasi hari ini, termasuk CPRO (Buy: 66-69, TP: 71-73), ANTM (Buy: 3060-3070, TP: 3150-3220), dan ELSA (Buy: 525-535, TP: 550-560). Rekomendasi ini dilengkapi dengan level stop-loss yang sesuai dan didasarkan pada analisis pasar saat ini. Investor disarankan mempertimbangkan profil risiko sebelum membuat keputusan investasi.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
12 min
Sources
1 verified
Related Stocks
DSSAMORATLKMAMMNBRENBRMSSPTOCPROANTMELSA

Topics Covered

Free Float RegulationIPO RequirementsMarket Liquidity

Key Events

1

New Free Float Regulation

2

Dividend Announcement by SPTO

3

IHSG Marginal Decline

Timeline from 1 verified sources