Key insights and market outlook
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan bahwa perbankan syariah harus hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat, bukan hanya sebagai pelengkap perbankan konvensional. Kepala Direktorat Pengaturan dan Pengembangan Perbankan Syariah OJK, Nyimas Rohmah, menyatakan bahwa bank syariah harus memberikan manfaat nyata sambil mematuhi prinsip-prinsip Islam tentang keadilan, transparansi, dan kemaslahatan. Regulator fokus pada distribusi kekayaan sebagai aspek kunci prinsip ekonomi Islam.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan bahwa industri perbankan syariah harus melangkah lebih jauh dari sekadar menjadi pelengkap perbankan konvensional dan hadir sebagai solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat. Menurut Nyimas Rohmah, Kepala Pengaturan dan Pengembangan Perbankan Syariah di OJK, bank syariah di Indonesia harus beroperasi dengan cara yang memberikan manfaat nyata sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Rohmah menekankan bahwa operasional perbankan syariah harus mengutamakan kemaslahatan yang lebih besar bagi publik, sambil menjunjung tinggi prinsip keadilan dan transparansi. Ia menyoroti bahwa ekonomi berbasis nilai-nilai Islam pada dasarnya menekankan distribusi kekayaan yang merata. Oleh karena itu, perbankan syariah tidak boleh hanya fokus pada maksimalisasi keuntungan, tetapi harus menciptakan manfaat sosial dan ekonomi yang lebih luas.
Posisi OJK ini mewakili dorongan regulasi untuk memastikan bahwa perbankan syariah benar-benar menjalankan prinsip-prinsip dasarnya. Dengan berfokus pada nilai-nilai inti ekonomi Islam, regulator bertujuan menciptakan sistem keuangan yang lebih inklusif dan berkeadilan, yang melayani kebutuhan yang lebih luas dari masyarakat Indonesia.
OJK's Push for Sharia Banking Reform
Emphasis on Islamic Banking Principles