OJK Reports 2.06% Decline in Life Insurance Premiums as Consumers Shift to Traditional Products
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

OJK Catat Penurunan Premi Asuransi Jiwa 2,06% saat Konsumen Beralih ke Produk Tradisional

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penurunan 2,06% year-on-year pada premi asuransi jiwa menjadi Rp132,85 triliun pada September 2025. Penurunan ini disebabkan oleh pergeseran konsumen dari produk asuransi unit-linked ke produk asuransi tradisional. OJK tetap optimis terhadap industri ini, mengingat permodalan, likuiditas, dan kapasitas pembayaran klaim yang masih kuat. Peralihan ke produk tradisional didukung data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang menunjukkan premi tradisional mencapai 63% dari total pendapatan premi.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

OJK Laporkan Penurunan Premi Asuransi Jiwa di Tengah Pergeseran Produk

Dinamika Industri dan Preferensi Konsumen

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penurunan 2,06% year-on-year pada premi asuransi jiwa, yang mencapai Rp132,85 triliun pada September 2025. Menurut Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, perlambatan ini terutama disebabkan oleh dinamika pasar keuangan sepanjang tahun dan pergeseran preferensi konsumen dalam sektor asuransi jiwa. Pergeseran ini terlihat jelas pada penurunan permintaan produk asuransi unit-linked (PAYDI), yang turun 17,57% YoY menjadi Rp30,67 triliun selama Januari-September 2025.

Peralihan ke Produk Asuransi Tradisional

OJK mengamati bahwa konsumen semakin menyukai produk asuransi tradisional dan proteksi murni dibandingkan produk unit-linked. Tren ini didukung oleh data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), yang menunjukkan bahwa premi asuransi tradisional kini mencapai sekitar 63% dari total pendapatan premi. Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif AAJI, mencatat bahwa pergeseran ini mencerminkan pola yang terlihat di pasar asuransi Asia yang lebih matang, di mana produk tradisional biasanya mencakup 80%-90% dari total premi.

Prospek Industri dan Indikator Utama

Meskipun terjadi penurunan pendapatan premi saat ini, OJK tetap optimis tentang prospek industri asuransi jiwa hingga akhir tahun. OJK menyoroti beberapa indikator fundamental yang menunjukkan ketahanan industri: cadangan modal yang kuat, likuiditas yang memadai, dan kemampuan pembayaran klaim yang tangguh. Faktor-faktor ini diharapkan dapat mendukung stabilitas dan potensi pertumbuhan industri ke depan.

Tren Terkini dan Konteks Historis

Penurunan premi asuransi jiwa ini bukan kejadian isolasi; penurunan ini mengikuti kontraksi sebelumnya yang diamati pada Juli dan Agustus 2025, di mana premi turun 0,84% dan 1,21% YoY. Tren yang konsisten ini menggarisbawahi pergeseran berkelanjutan dalam preferensi konsumen dan dinamika yang berkembang dalam pasar asuransi jiwa. Pengawasan berkelanjutan oleh OJK dan respons adaptif industri akan sangat penting dalam menavigasi perubahan ini dan mempertahankan pertumbuhan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
12 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Asuransi JiwaPerubahan Preferensi KonsumenRegulasi Jasa Keuangan

Key Events

1

Penurunan Premi Asuransi Jiwa

2

Pergeseran ke Produk Tradisional

Timeline from 1 verified sources