OJK Reports 763% Surge in Defaulted Loans Among Gen Z Borrowers Due to Low Financial Literacy
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

OJK Catat Kredit Macet Pinjol Gen Z Melonjak 763% Akibat Literasi Keuangan Rendah

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan adanya peningkatan 763% year-on-year pada kredit macet di kalangan peminjam di bawah 19 tahun per Juni 2025. Lonjakan ini disebabkan oleh literasi keuangan yang rendah di kalangan peminjam muda. OJK telah memperkuat regulasi melalui SEOJK 19/2025 yang mencakup persyaratan usia dan penghasilan minimum bagi peminjam. OJK terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang praktik pinjaman online yang bertanggung jawab.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

OJK Soroti Lonjakan Kredit Macet di Kalangan Peminjam Muda

Kenaikan NPL yang Mengkhawatirkan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti peningkatan pesat kredit macet di kalangan peminjam di bawah 19 tahun dalam industri pinjaman online Indonesia. Per Juni 2025, terjadi lonjakan 763% year-on-year pada kredit macet untuk kelompok usia ini berdasarkan statistik OJK. Jumlah rekening peminjam aktif dalam kategori ini meningkat dari 2.521 pada Juni 2024 menjadi 21.774 pada Juni 2025, menunjukkan peningkatan eksposur yang signifikan.

Penyebab dan Dampak

Kepala Eksekutif Pengawas OJK, Agusman, mengaitkan peningkatan tajam ini dengan literasi keuangan yang rendah di kalangan peminjam muda, menyatakan bahwa kurangnya kesadaran manajemen keuangan menjadi faktor utama. Kredit macet untuk kelompok usia ini meningkat 96% dari Rp1,75 miliar pada Juni 2024 menjadi Rp3,43 miliar pada Juni 2025. Meskipun industri pinjaman online secara keseluruhan masih menjaga tingkat kredit macet pada 2,82% per September 2025, tren di kalangan peminjam muda tetap menjadi perhatian serius.

Respons Regulasi

Sebagai respons terhadap temuan ini, OJK telah menerapkan regulasi baru melalui SEOJK 19/2025. Aturan baru ini mencakup persyaratan usia minimum 18 tahun dan penghasilan minimum Rp3 juta bagi peminjam. OJK juga terus melakukan kampanye edukasi masyarakat untuk mempromosikan praktik pinjaman yang bertanggung jawab dalam ruang pinjaman online.

Konteks Industri

Industri pinjaman online di Indonesia terus berkembang, dengan outstanding pembiayaan mencapai Rp90,99 triliun per September 2025, mewakili pertumbuhan 22,16% year-on-year. Sektor produktif menerima pembiayaan sebesar Rp31,37 triliun. Meskipun tingkat kredit macet industri secara keseluruhan tetap terkendali pada 2,82%, tren spesifik di kalangan peminjam muda memerlukan pengawasan regulasi yang terus-menerus dan upaya edukasi konsumen.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Financial RegulationOnline LendingFinancial Literacy

Key Events

1

OJK Regulatory Update for Online Lending

2

Surge in Defaulted Loans Among Young Borrowers

Timeline from 1 verified sources