OJK Reports Decrease in Bank Failures for 2025, Cites Industry Strengthening Efforts
Back
Back
5
Impact
4
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedJan 9
Sources1 verified

OJK Laporkan Penurunan Jumlah Bank yang Bangkrut di 2025, Sebut Upaya Penguatan Industri

Tim Editorial AnalisaHub·9 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penurunan jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR/BPRS) yang dicabut izin usahanya di 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Hanya 7 BPR/BPRS yang ditutup di 2025, turun dari 15 di 2024. OJK mengaitkan tren positif ini dengan implementasi roadmap penguatan industri (RP2B) dan peningkatan praktik tata kelola. Industri BPR/BPRS menunjukkan pertumbuhan stabil dengan pertumbuhan aset 5,38% dan mempertahankan rasio kecukupan modal yang sehat di atas ambang batas regulasi.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

OJK Catat Penurunan Jumlah Kegagalan Bank Pedesaan di 2025

Upaya Penguatan Industri Berhasil

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penurunan signifikan dalam jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR/BPRS) yang dicabut izin usahanya selama 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Kepala Pengawas Eksekutif Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, perkembangan positif ini sejalan dengan implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR/BPRS (RP2B) yang diperkenalkan pada 2024.

Statistik dan Indikator Kinerja Utama

Data menunjukkan penurunan nyata dalam penutupan bank, dengan hanya 7 BPR/BPRS yang dicabut izin usahanya di 2025, dibandingkan dengan 15 di 2024. Dian Ediana Rae menjelaskan bahwa bank-bank yang ditutup umumnya mengalami kinerja buruk, sering kali karena insiden penipuan dan praktik tata kelola yang tidak memadai. OJK telah proaktif dalam memperkuat industri melalui berbagai langkah regulasi, termasuk pedoman tata kelola yang baik, strategi anti-penipuan, dan fungsi audit internal yang ditingkatkan.

Kinerja Industri yang Positif

Meskipun ada tantangan, industri BPR/BPRS secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan stabil sepanjang 2025. Indikator kinerja utama meliputi:

  • Total aset tumbuh sebesar 5,38% tahun ke tahun menjadi Rp176,66 triliun pada November 2025
  • Dana pihak ketiga (DPK) meningkat sebesar 5,07% tahun ke tahun menjadi Rp167,7 triliun
  • Rasio kecukupan modal tetap kuat pada 29,32% untuk BPR dan 19,01% untuk BPRS, jauh di atas persyaratan regulasi

Manajemen Risiko dan Outlook Masa Depan

Meskipun rasio kredit bermasalah (NPL) menunjukkan sedikit peningkatan, OJK menyatakan bahwa risiko kredit tetap terkendali. Otoritas terus memantau situasi dengan cermat sambil mengimplementasikan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas industri. Penurunan jumlah kegagalan bank dan kinerja industri secara keseluruhan menunjukkan bahwa upaya penguatan OJK membuahkan hasil positif.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Banking RegulationFinancial StabilityRural Banking Performance

Key Events

1

Decrease in BPR/BPRS closures

2

Implementation of RP2B roadmap

3

Stable BPR/BPRS industry growth

Timeline from 1 verified sources