Key insights and market outlook
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater oleh perusahaan pembiayaan mencapai Rp 11,24 triliun per November 2025, menunjukkan pertumbuhan 68,61% secara tahunan. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyoroti pertumbuhan ini dalam konferensi pers, menandakan meningkatnya popularitas layanan BNPL di Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencatat peningkatan signifikan dalam pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater yang disediakan oleh perusahaan pembiayaan. Pada November 2025, total pembiayaan mencapai Rp 11,24 triliun, menandai pertumbuhan 68,61% secara tahunan. Data ini diungkapkan oleh Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, dalam konferensi pers pada 9 Januari 2026.
OJK terus memantau sektor BNPL yang berkembang pesat, memastikan bahwa layanan keuangan ini beroperasi dalam kerangka regulasi yang melindungi konsumen sekaligus mendukung inklusi keuangan. Pertumbuhan signifikan pembiayaan BNPL menunjukkan meningkatnya permintaan konsumen akan opsi pembayaran yang fleksibel dan peran perusahaan fintech yang semakin besar dalam lanskap keuangan Indonesia.
Pertumbuhan kuat layanan BNPL mencerminkan perubahan perilaku konsumen dan adopsi layanan keuangan digital yang meningkat di Indonesia. Seiring evolusi sektor ini, OJK kemungkinan akan terus mengawasi ketat untuk menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan konsumen dan stabilitas keuangan.
BNPL Growth Report
Paylater Financing Surge