Key insights and market outlook
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi 16 penawaran umum perdana (IPO) yang direncanakan untuk tahun 2025. Hingga November 2025, Rp238,68 triliun telah dihimpun melalui penawaran umum, melampaui target Rp220 triliun untuk tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, menyatakan bahwa penghimpunan dana korporasi di pasar modal tetap kuat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengkonfirmasi bahwa saat ini sedang mengawasi 16 penawaran umum perdana (IPO) yang direncanakan untuk tahun 2025. Menurut Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, penghimpunan dana korporasi di pasar modal tetap kuat. Hingga akhir November 2025, total nilai penawaran umum oleh korporasi mencapai Rp238,68 triliun, melampaui target tahunan sebesar Rp220 triliun yang ditetapkan untuk tahun 2025.
Kinerja kuat di pasar modal tercermin dari jumlah besar yang dihimpun melalui penawaran umum. Pada akhir November 2025, total penghimpunan dana telah mencapai Rp238,68 triliun, mewakili peningkatan sekitar Rp3,89 triliun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pencapaian ini menunjukkan kepercayaan terus-menerus dari korporasi dalam menggunakan pasar modal untuk kebutuhan pendanaan mereka.
Pengungkapan OJK tentang 16 perusahaan dalam pipa IPO untuk tahun 2025 menunjukkan prospek positif bagi pasar modal. Dengan target penghimpunan dana 2025 yang sudah terlampaui, pengawasan OJK akan sangat penting dalam memastikan bahwa IPO-IPO ini dilaksanakan dengan lancar, menjaga kepercayaan investor dan mendukung pertumbuhan korporasi.
IPO Pipeline Disclosure
Capital Market Fundraising Achievement