OJK Reveals Most Common Fraud Schemes Reported by Public in 2025
Back
Back
4
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedDec 14
Sources1 verified

OJK Ungkap Modus Penipuan Paling Banyak Dilaporkan Masyarakat di 2025

Tim Editorial AnalisaHub·14 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa modus penipuan yang paling banyak terjadi di 2025 adalah penipuan belanja online dengan 64.933 kasus dan kerugian Rp 1,14 triliun, diikuti oleh penipuan mengatasnamakan pihak lain/fake call dengan 39.978 kasus dan kerugian Rp 1,54 triliun. OJK mengingatkan tentang skema penipuan yang menggunakan toko online palsu dan tautan berbahaya. Otoritas ini terus memantau dan mengedukasi masyarakat tentang pola penipuan yang terus berkembang.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

OJK Ungkap Modus Penipuan Paling Banyak di 2025

Kekhawatiran Meningkatnya Penipuan Belanja Online

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa penipuan belanja online tetap menjadi modus penipuan yang paling banyak dilaporkan di Indonesia hingga November 2025. Menurut Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, terdapat 64.933 laporan penipuan belanja online dengan total kerugian sebesar Rp 1,14 triliun. Penipuan ini biasanya melibatkan toko online palsu atau tautan berbahaya yang menipu konsumen untuk melakukan pembayaran untuk produk yang tidak ada.

Penipuan Mengatasnamakan Pihak Lain/Fake Call: Modus Kedua Paling Umum

Modus penipuan kedua yang paling umum adalah penipuan mengatasnamakan pihak lain/fake call, dengan 39.978 laporan dan total kerugian sebesar Rp 1,54 triliun. Pelaku penipuan sering menyamar sebagai lembaga keuangan atau perusahaan resmi dengan menggunakan logo dan branding yang mirip. Jenis penipuan ini mengeksploitasi kepercayaan konsumen terhadap lembaga yang sudah mapan, sehingga menyebabkan kerugian finansial yang signifikan.

Tanggapan OJK dan Langkah-Langkah Perlindungan Konsumen

Sebagai respons terhadap meningkatnya kasus penipuan ini, OJK meningkatkan upaya untuk mendidik masyarakat tentang skema penipuan ini dan cara menghindarinya. Otoritas ini juga berupaya meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum untuk melindungi konsumen dan menjaga kepercayaan terhadap sektor jasa keuangan Indonesia.

Dampak pada Perilaku Konsumen dan Jasa Keuangan

Prevalensi skema penipuan ini menunjukkan perlunya kewaspadaan yang lebih tinggi di kalangan konsumen saat melakukan transaksi online atau menanggapi panggilan yang tidak diminta. Lembaga keuangan juga diharapkan untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan mereka dan berkolaborasi dengan OJK untuk mencegah kegiatan penipuan semacam ini.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Financial FraudConsumer ProtectionOnline Scams

Key Events

1

OJK Fraud Report 2025

2

Online Shopping Fraud Surge

3

Fake Call Scam Increase

Timeline from 1 verified sources