Key insights and market outlook
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan dukungan penuh terhadap penggunaan riwayat transaksi QRIS sebagai dasar penilaian kelayakan kredit di industri pinjaman online. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyatakan bahwa meskipun menyambut baik perkembangan ini, implementasinya harus tetap memperhatikan perlindungan data pribadi dan prinsip kehati-hatian. Outstanding pembiayaan fintech lending mencapai Rp90,99 triliun pada Q3 2025, tumbuh 22,16% YoY.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Bank Indonesia (BI) untuk menggunakan data transaksi QRIS dalam penilaian kelayakan kredit di industri pinjaman online. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyatakan bahwa mereka menyambut baik penggunaan data transaksi keuangan, termasuk QRIS, sebagai sumber data alternatif untuk penilaian kredit di industri pinjaman online.
Sementara mendukung inisiatif ini, Agusman menekankan bahwa implementasinya harus dilakukan dengan hati-hati, menjaga perlindungan data pribadi dan prinsip perbankan yang prudent. 'Penerapannya perlu dilakukan secara menyeluruh sambil tetap memperhatikan perlindungan data pribadi, validitas data, dan prinsip kehati-hatian,' kata Agusman. Pendekatan hati-hati ini mencerminkan komitmen OJK untuk menyeimbangkan inovasi dengan pengawasan regulasi.
Perkembangan ini terjadi seiring dengan pertumbuhan industri pinjaman online di Indonesia yang terus berkembang pesat. Pada Q3 2025, outstanding pembiayaan di sektor ini mencapai Rp90,99 triliun, mewakili pertumbuhan 22,16% year-on-year. Rasio kredit bermasalah tetap terkendali pada level 2,82%.
Deputi Gubernur BI, Juda Agung, menjelaskan bahwa sistem penilaian kredit akan didukung oleh teknologi artificial intelligence (AI), yang dapat mengolah jejak digital dari transaksi QRIS. Ini termasuk analisis pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan data pelanggan untuk menciptakan skor kredit alternatif, yang sangat bermanfaat bagi usaha mikro dan kecil (UMKM). Agung menganalogikan AI sebagai 'asisten pintar' yang memahami kebutuhan pengguna, menyoroti potensinya untuk memperluas inklusi keuangan.
QRIS Credit Scoring Implementation
Fintech Lending Growth