OJK Supports Use of QRIS Transaction Data for Credit Scoring in Fintech Lending
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

OJK Dukung Penggunaan Data Transaksi QRIS untuk Penilaian Kredit di Pinjol

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan dukungan penuh terhadap penggunaan riwayat transaksi QRIS sebagai dasar penilaian kelayakan kredit di industri pinjaman online. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyatakan bahwa meskipun menyambut baik perkembangan ini, implementasinya harus tetap memperhatikan perlindungan data pribadi dan prinsip kehati-hatian. Outstanding pembiayaan fintech lending mencapai Rp90,99 triliun pada Q3 2025, tumbuh 22,16% YoY.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

OJK Dukung Penggunaan Data QRIS untuk Penilaian Kredit Pinjol

Dukungan Regulasi untuk Penilaian Kredit Digital

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Bank Indonesia (BI) untuk menggunakan data transaksi QRIS dalam penilaian kelayakan kredit di industri pinjaman online. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyatakan bahwa mereka menyambut baik penggunaan data transaksi keuangan, termasuk QRIS, sebagai sumber data alternatif untuk penilaian kredit di industri pinjaman online.

Implementasi dengan Prinsip Kehati-hatian

Sementara mendukung inisiatif ini, Agusman menekankan bahwa implementasinya harus dilakukan dengan hati-hati, menjaga perlindungan data pribadi dan prinsip perbankan yang prudent. 'Penerapannya perlu dilakukan secara menyeluruh sambil tetap memperhatikan perlindungan data pribadi, validitas data, dan prinsip kehati-hatian,' kata Agusman. Pendekatan hati-hati ini mencerminkan komitmen OJK untuk menyeimbangkan inovasi dengan pengawasan regulasi.

Pasar Pinjaman Online yang Berkembang

Perkembangan ini terjadi seiring dengan pertumbuhan industri pinjaman online di Indonesia yang terus berkembang pesat. Pada Q3 2025, outstanding pembiayaan di sektor ini mencapai Rp90,99 triliun, mewakili pertumbuhan 22,16% year-on-year. Rasio kredit bermasalah tetap terkendali pada level 2,82%.

Visi BI tentang Penilaian Kredit Berbasis AI

Deputi Gubernur BI, Juda Agung, menjelaskan bahwa sistem penilaian kredit akan didukung oleh teknologi artificial intelligence (AI), yang dapat mengolah jejak digital dari transaksi QRIS. Ini termasuk analisis pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan data pelanggan untuk menciptakan skor kredit alternatif, yang sangat bermanfaat bagi usaha mikro dan kecil (UMKM). Agung menganalogikan AI sebagai 'asisten pintar' yang memahami kebutuhan pengguna, menyoroti potensinya untuk memperluas inklusi keuangan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Fintech RegulationCredit Scoring InnovationDigital Payments

Key Events

1

QRIS Credit Scoring Implementation

2

Fintech Lending Growth

Timeline from 1 verified sources