Key insights and market outlook
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mendesak bank-bank untuk mengoptimalkan strategi pendanaan mereka di tengah penyesuaian suku bunga kredit yang lambat menyusul pemangkasan BI Rate. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa meskipun telah terjadi respons bertahap dari bank dalam menyesuaikan suku bunga kredit, masih ada ruang untuk penurunan lebih lanjut terutama jika suku bunga global turun seperti yang diharapkan pada Kuartal IV 2025. Bank-bank disarankan untuk fokus pada dana murah untuk menciptakan fleksibilitas dalam penetapan suku bunga kredit sambil menjaga daya saing dan profitabilitas.
Setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk memotong BI Rate, muncul kekhawatiran terkait lambatnya penyesuaian suku bunga kredit oleh bank komersial. Gubernur BI Perry Warjiyo menyoroti bahwa meskipun BI Rate dipotong sebesar 125 basis poin, suku bunga deposito satu bulan hanya turun sebesar 56 basis poin dari 4,81% menjadi 4,25% antara awal 2025 dan Oktober 2025. Penyesuaian suku bunga kredit perbankan bahkan lebih lambat, dengan suku bunga kredit hanya turun sebesar 20 basis poin dari 9,20% menjadi 9,00% selama periode yang sama.
Sebagai respons terhadap perkembangan ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memantau situasi dengan cermat. Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, mencatat bahwa bank-bank telah melakukan penyesuaian suku bunga kredit secara bertahap menyusul pemangkasan BI Rate. "Secara tahunan, terjadi penurunan rata-rata suku bunga kredit rupiah, dengan penurunan sebesar 50 basis poin untuk kredit investasi (dari 8,75% menjadi 8,25%) dan 41 basis poin untuk kredit modal kerja (dari 8,87% menjadi 8,46%) hingga September 2025," jelas Dian.
Dian menekankan bahwa penurunan BI Rate cenderung diikuti oleh penurunan suku bunga kredit, meskipun dengan jeda waktu tertentu karena proses transmisi kebijakan moneter. Dia menambahkan bahwa masih ada potensi penurunan suku bunga kredit lebih lanjut, terutama jika suku bunga global turun seperti yang diharapkan pada Kuartal IV 2025. OJK menilai bahwa bank-bank memiliki kapasitas untuk terus menurunkan suku bunga kredit, namun hal ini akan sangat bergantung pada strategi dan struktur biaya masing-masing bank, khususnya biaya dana mereka.
Untuk meningkatkan fleksibilitas dalam penetapan suku bunga kredit sambil menjaga daya saing dan profitabilitas, OJK telah menyarankan bank-bank untuk mengoptimalkan strategi pendanaan mereka. Rekomendasi utama adalah meningkatkan proporsi dana murah, yang akan memungkinkan bank untuk menyesuaikan suku bunga kredit dengan lebih efektif. OJK juga mengingatkan bank-bank untuk tidak terlibat dalam kompetisi suku bunga yang tidak sehat dan menekankan pentingnya menjaga transparansi serta perlindungan konsumen dalam penawaran produk mereka.
Panduan OJK ini menekankan pentingnya manajemen keuangan yang seimbang di sektor perbankan. Dengan mengoptimalkan strategi pendanaan dan menjaga penyesuaian suku bunga kredit yang prudent, bank-bank dapat mendukung pertumbuhan ekonomi sambil memastikan stabilitas keuangan. OJK akan terus memantau situasi dan memberikan panduan yang diperlukan untuk menjaga lingkungan perbankan yang sehat dan kompetitif.
BI Rate Cut Response
Credit Rate Adjustment Monitoring
Banking Sector Guidance