Key insights and market outlook
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan peringatan tentang meningkatnya jumlah penipuan menjelang musim Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Penipu menggunakan berbagai modus penipuan, termasuk file APK berbahaya yang menyamar sebagai ucapan Natal. OJK mendesak masyarakat untuk waspada terhadap konten digital mencurigakan, karena satu kali klik saja dapat menyebabkan pencurian data atau pengambilalihan perangkat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan keprihatinan tentang lonjakan aktivitas penipuan menjelang musim Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya aktivitas belanja online dan transaksi digital yang biasanya terjadi selama liburan akhir tahun.
OJK telah menyoroti taktik penipuan baru yang melibatkan file APK berbahaya yang menyamar sebagai video ucapan Natal. Otoritas tersebut memperingatkan bahwa mengklik file tersebut dapat menyebabkan konsekuensi serius, termasuk pencurian data, kerugian finansial, dan bahkan pengambilalihan perangkat. Regulator mendesak masyarakat untuk berhati-hati saat menemukan konten digital mencurigakan, terutama file dari sumber tidak dikenal.
Melalui akun Instagram resmi mereka @kontak157, OJK menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dengan menyatakan, "Waspadai tanda-tanda penipuan di sekitarmu." Peringatan OJK ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan mereka untuk melindungi konsumen dari penipuan keuangan dan kejahatan siber, terutama selama periode berisiko tinggi seperti liburan.
Untuk melindungi diri dari penipuan semacam itu, OJK menyarankan masyarakat untuk berhati-hati saat menerima konten digital yang tidak diminta, terutama file dengan ekstensi .APK. Otoritas tersebut menekankan bahwa menjaga keamanan digital memerlukan kewaspadaan terus-menerus dan kesadaran akan taktik penipuan yang terus berkembang.
OJK Scam Warning
Digital Fraud Alert
Nataru Scam Prevention