Key insights and market outlook
Dari 1.060 BUMN yang dikelola Danantara, hanya 8 perusahaan yang menyumbang 95% dari total dividen yang dibayarkan. Chief Investment Officer Pandu Sjahrir mengungkapkan bahwa kurang dari 1% kontribusi dividen berasal dari perusahaan yang merugi. Danantara fokus pada konsolidasi dan perbaikan kinerja BUMN yang berkinerja buruk untuk meningkatkan kontribusi dividen secara keseluruhan.
Sebuah pengungkapan baru-baru ini oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyoroti sifat terkonsentrasinya kontribusi dividen di antara BUMN Indonesia. Dari total 1.060 BUMN di bawah pengelolaan Danantara, hanya 8 perusahaan yang menyumbang 95% dari total pembayaran dividen. Konsentrasi yang signifikan ini menunjukkan bahwa sebagian besar BUMN memberikan kontribusi minimal terhadap pendapatan negara melalui dividen.
Chief Investment Officer Pandu Sjahrir menekankan bahwa kurang dari 1% kontribusi dividen berasal dari perusahaan yang beroperasi dengan kerugian, dengan banyak dari perusahaan merugi ini memberikan kontribusi negatif terhadap kinerja keuangan secara keseluruhan. Sjahrir menyoroti bahwa tugas utama Danantara adalah mengkonsolidasikan dan meningkatkan kinerja perusahaan yang berkinerja buruk. Badan pengelolaan investasi ini berfokus pada transformasi BUMN yang merugi melalui restrukturisasi strategis dan inisiatif peningkatan kinerja.
Temuan ini menggarisbawahi perlunya pengelolaan dan pengawasan yang efektif terhadap portofolio BUMN Indonesia yang luas. Dengan sebagian besar kontribusi dividen berasal dari segelintir perusahaan yang sukses, ada kebutuhan jelas untuk meningkatkan kesehatan keuangan BUMN lainnya. Upaya Danantara kemungkinan akan fokus pada identifikasi intervensi strategis dan implementasi langkah-langkah korektif untuk meningkatkan kinerja portofolio secara keseluruhan.
SOE Dividend Contribution Analysis
Danantara Performance Review