Key insights and market outlook
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa pinjaman P2P lending ke sektor produktif mencapai Rp31,37 triliun pada September 2025, atau sebesar 34,48% dari total outstanding P2P lending. Meskipun ada pertumbuhan, angka ini masih di bawah target 40-50% yang ditetapkan untuk 2025-2026 dalam Roadmap Pengembangan Industri P2P Lending. OJK mencatat tantangan seperti keterbatasan data kelayakan usaha dan infrastruktur pendukung.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa outstanding pinjaman P2P lending ke sektor produktif mencapai Rp31,37 triliun pada September 2025, atau 34,48% dari total outstanding industri P2P lending yang sebesar Rp90,99 triliun. Pertumbuhan pinjaman P2P lending ke sektor produktif cukup signifikan dengan peningkatan month-to-month sebesar 5,84% dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp29,64 triliun.
Meskipun ada pertumbuhan positif, Kepala Eksekutif Pengawas OJK Agusman menyoroti bahwa keterbatasan data kelayakan usaha dan infrastruktur pendukung yang tidak memadai masih menjadi tantangan besar bagi platform P2P lending. Tantangan ini menghambat kemampuan P2P lending untuk menyalurkan dana ke sektor produktif secara efektif. Agusman menekankan perlunya industri untuk memperkuat kemitraan lintas sektor dan memanfaatkan data alternatif untuk meningkatkan kualitas penyaluran pinjaman.
Tingkat pinjaman P2P lending ke sektor produktif saat ini masih di bawah target yang ditetapkan dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri P2P Lending 2023-2028. Untuk periode 2025-2026, roadmap tersebut menargetkan bahwa 40-50% dari pinjaman P2P lending harus disalurkan ke sektor produktif dan UMKM. OJK terus memantau kemajuan industri dalam mencapai tujuan ini.
Hingga September 2025, total outstanding pinjaman P2P lending mencapai Rp90,99 triliun, dengan pertumbuhan year-on-year sebesar 22,16%. Rasio kredit macet industri P2P lending tetap terkendali pada level 2,82%, menunjukkan profil risiko kredit industri yang relatif stabil.
P2P Lending Growth to Productive Sector
OJK Regulatory Monitoring