Key insights and market outlook
Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) melonjak 23,86% menjadi Rp 436 pada 12 Januari 2026, setelah komentar Yudo Achilles Sadewa, putra Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, tentang potensi pembangunan mal senilai Rp 5,6 triliun di Semarang. Kenaikan saham yang signifikan ini terjadi di tengah minat investor pada proyek baru yang diisukan, dengan saham naik 25,15% dalam seminggu terakhir. Rencana pembangunan tersebut menyebutkan destinasi ikonik baru di kawasan Gombel, Semarang.
Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), pengembang properti besar di Indonesia, mengalami lonjakan dramatis sebesar 23,86% pada 12 Januari 2026, mencapai Rp 436 per saham. Kenaikan substansial ini disertai dengan kenaikan 25,15% secara mingguan, menandai tren naik yang signifikan dalam kinerja saham perusahaan.
Minat tiba-tiba pada saham PWON tampaknya dipicu oleh komentar Yudo Achilles Sadewa, putra Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam grup investasi di platform Telegram. Pada 9 Januari 2026, Yudo menyebutkan bahwa PWON mungkin akan melakukan proyek pembangunan besar di Semarang, yang berpotensi menciptakan destinasi ikonik baru di kota tersebut.
Menurut pernyataan Yudo, PWON dikabarkan berencana mengembangkan mal senilai Rp 5,6 triliun di kawasan Gombel, Semarang. Proyek yang diusulkan ini diharapkan menjadi landmark penting di kota, yang berpotensi dibandingkan dengan pembangunan besar lainnya seperti PANI. Skala investasi ini telah menimbulkan antusiasme besar di kalangan investor, yang berkontribusi pada kenaikan tajam harga saham perusahaan.
Reaksi pasar langsung sangat positif, dengan saham PWON melonjak 23,86% pada pembukaan perdagangan 12 Januari 2026. Kenaikan cepat ini mencerminkan antusiasme investor terhadap potensi proyek baru dan dampaknya yang dirasakan terhadap prospek pertumbuhan PWON di masa depan. Kinerja saham menunjukkan bahwa investor optimis tentang rencana ekspansi perusahaan dan potensi mendorong pendapatan di masa depan.
Significant Share Price Increase
Potential Major Property Development