Key insights and market outlook
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan piutang pembiayaan sebesar 126,49% year-on-year di Provinsi Papua Selatan per September 2025, mencapai Rp696,54 miliar. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan pembiayaan untuk alat berat, sebesar Rp351,58 miliar. OJK tetap optimis bahwa tren positif dalam pembiayaan alat berat akan berlanjut hingga akhir 2025.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melaporkan peningkatan substansial dalam piutang pembiayaan di Provinsi Papua Selatan. Per September 2025, pertumbuhan mencapai 126,49% year-on-year, dengan total Rp696,54 miliar. Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan di OJK, mengaitkan lonjakan ini terutama dengan peningkatan pembiayaan untuk alat berat, yang mencapai Rp351,58 miliar.
OJK tetap optimis bahwa tren positif dalam pembiayaan alat berat akan berlanjut hingga akhir 2025. Optimisme ini didukung oleh pertumbuhan keseluruhan pembiayaan alat berat di industri multifinance, yang mengalami peningkatan 9,38% year-on-year menjadi Rp48,24 triliun pada kuartal ketiga 2025. Agusman mencatat bahwa meskipun terdapat berbagai tantangan, seperti tekanan harga komoditas, industri ini diharapkan tetap positif.
Industri multifinance secara keseluruhan menunjukkan ketahanan, dengan total piutang pembiayaan mencapai Rp507,14 triliun pada kuartal ketiga 2025, mewakili pertumbuhan 1,07% year-on-year. Profil risiko industri tetap sehat, dengan rasio non-performing financing (NPF) gross sebesar 2,47% dan NPF net sebesar 0,84% per September 2025. Selain itu, rasio gearing berada pada 2,17 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali.
Menjelang 2026, OJK optimis tentang pertumbuhan industri multifinance yang berkelanjutan, didorong oleh peluang ekspansi. Untuk menghadapi tantangan di masa depan, OJK telah menyarankan perusahaan pembiayaan untuk memperkuat manajemen risiko, diversifikasi produk, dan mempercepat transformasi teknologi.
Surge in Papua Selatan Financing Receivables
Growth in Heavy Equipment Financing