Key insights and market outlook
Perusahaan pegadaian di Indonesia, termasuk PT Pegadaian dan PT Gadai ValueMax Indonesia, tetap optimis menjaga stabilitas marjin pembiayaan di 2026 meskipun potensi pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia. Penurunan BI rate diperkirakan akan menurunkan biaya pendanaan, sehingga berpotensi meningkatkan marjin karena cost of fund yang lebih rendah 1
Perusahaan pegadaian di Indonesia tetap optimis terhadap prospek marjin pembiayaan di 2026, meskipun ada potensi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia lebih lanjut. Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur, menyatakan bahwa penurunan suku bunga yang berlanjut dapat menyebabkan penurunan biaya pendanaan secara bertahap 1
Penurunan BI rate diperkirakan berdampak positif bagi pegadaian dengan menurunkan biaya dana mereka, yang terutama dipengaruhi oleh pinjaman bank dan penerbitan obligasi. Ferdian menjelaskan bahwa meskipun penurunan biaya pendanaan dapat meningkatkan marjin pembiayaan, dampaknya mungkin tidak berkorelasi langsung dengan besarnya pemangkasan suku bunga karena adanya variasi suku bunga yang ditawarkan oleh bank yang berbeda 1
PT Gadai ValueMax Indonesia memiliki pandangan yang sama, dengan Manager Accounting Panji Parang Kunang menyatakan bahwa marjin pembiayaan sangat dipengaruhi oleh suku bunga acuan dan struktur biaya pendanaan. Perusahaan percaya bahwa selama penurunan biaya dana tidak sepenuhnya diteruskan kepada nasabah melalui penurunan suku bunga gadai, marjin dapat dipertahankan pada tingkat moderat 2
Hingga akhir 2025, Bank Indonesia mempertahankan BI rate di level 4,75%. Potensi pemangkasan suku bunga di masa depan terus menjadi faktor penting bagi kinerja keuangan industri pegadaian di 2026 2
Potential BI Rate Cuts in 2026
Impact on Pawnshop Financing Margins