Key insights and market outlook
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menolak tegas wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) tidak langsung melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan mendukung pemilihan langsung dengan sistem e-voting. Keputusan ini diambil dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Jakarta pada 12 Januari 2026. Partai ini menekankan pentingnya menjaga kedaulatan rakyat dalam memilih pemimpin melalui pemilihan langsung.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) kembali menegaskan penolakannya terhadap pemilihan kepala daerah (Pilkada) tidak langsung dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Jakarta pada 12 Januari 2026. Partai ini menekankan komitmennya untuk menjaga kedaulatan rakyat dalam memilih pemimpin daerah melalui pemilihan langsung.
Sikap PDI-P memiliki bobot signifikan dalam lanskap politik Indonesia, mengingat statusnya sebagai partai politik besar yang dipimpin oleh mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Dorongan partai untuk e-voting dalam Pilkada mewakili pendekatan progresif untuk meningkatkan integritas dan transparansi pemilu.
Keputusan ini kemungkinan akan mempengaruhi wacana nasional tentang proses pemilu dan mungkin mendorong partai politik lain untuk memperjelas posisi mereka dalam hal ini. Proposal untuk e-voting, khususnya, dapat mengarah pada diskusi tentang reformasi pemilu dan modernisasi proses demokrasi di Indonesia.