Key insights and market outlook
Pegadaian dan Universitas Halu Oleo (UHO) meluncurkan program pemberdayaan pandai besi di Pulau Binongko sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis ESG. Inisiatif ini mencakup 100 tandon air dan 100 mesin gerinda untuk meningkatkan kapasitas produksi dan akses ekonomi pengrajin lokal. Kolaborasi ini menyediakan pendampingan teknis, pelatihan kualitas, pengembangan branding, dan akses distribusi untuk membantu pandai besi lokal meningkatkan keterampilan dan jangkauan pasar mereka.
Pegadaian, berkolaborasi dengan Universitas Halu Oleo (UHO), telah meluncurkan program pemberdayaan komprehensif untuk pandai besi di Pulau Binongko, Wakatobi. Inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis ESG ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan peluang ekonomi bagi pengrajin lokal. Program ini ditandai dengan penyaluran 100 tandon air dan 100 mesin gerinda, alat-alat penting untuk operasional sehari-hari pandai besi.
Kolaborasi antara Pegadaian dan UHO tidak hanya sebatas dukungan infrastruktur. Program ini mencakup pendekatan holistik dalam memberdayakan pandai besi lokal melalui:
Inisiatif ini selaras dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, antara lain:
Program ini menunjukkan komitmen Pegadaian terhadap pembangunan inklusif, khususnya di wilayah terpencil dan terlayani kurang. Dengan memberdayakan pengrajin lokal, Pegadaian tidak hanya melestarikan kerajinan tradisional tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi lokal.
CSR Program Launch
Local Artisan Empowerment Initiative