Key insights and market outlook
Pertamina dan Shell mendekati kesepakatan pasokan BBM, dengan pemerintah Indonesia mengonfirmasi bahwa negosiasi telah mencapai tahap lanjut. Perjanjian ini melibatkan 100.000 barel BBM dari Pertamina ke Shell, yang berpotensi meningkatkan keamanan dan stabilitas pasar energi Indonesia. Sementara pemerintah menyatakan bahwa kesepakatan telah tercapai, Shell menyatakan bahwa negosiasi masih dalam tahap akhir.
Perusahaan energi milik negara, Pertamina, dan pemain energi global, Shell, berada di ambang kesepakatan pasokan bahan bakar yang signifikan, dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia mengumumkan bahwa negosiasi telah mencapai tahap kritis. Perjanjian yang diusulkan melibatkan pasokan 100.000 barel BBM dari Pertamina ke Shell, transaksi yang dapat memiliki implikasi jauh ke sektor energi Indonesia.
Menurut Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM, Pertamina dan Shell telah mencapai kesepakatan terkait pasokan bahan bakar. "Lebih kurang 100.000 barel," Yuliot mengonfirmasi selama pertemuan di Sheraton Hotel, Jakarta. Serah terima diharapkan dilakukan sekitar 25 November 2025, di lokasi yang disepakati bersama. Namun, manajemen Shell memaparkan narasi yang sedikit berbeda, menyatakan bahwa meskipun negosiasi berjalan baik, mereka masih dalam tahap akhir. Ingrid Siburian, President Director & Managing Director Mobility di Shell Indonesia, menjelaskan bahwa diskusi business-to-business (B2B) terkait pasokan impor base fuel dari Pertamina Patra Niaga mendekati penyelesaian.
Potensi kesepakatan antara Pertamina dan Shell ini dapat berdampak signifikan pada lanskap energi Indonesia. Kesepakatan ini tidak hanya menunjukkan upaya pemerintah untuk memastikan keamanan energi tetapi juga menyoroti kolaborasi strategis antara BUMN dan pemain energi internasional. Jika kesepakatan ini diselesaikan, diharapkan dapat berkontribusi positif pada stabilitas pasokan BBM Indonesia selama periode permintaan puncak, seperti liburan akhir tahun.
Negosiasi antara Pertamina dan Shell menggarisbawahi sifat dinamis sektor energi Indonesia, di mana BUMN dan korporasi multinasional berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Perkembangan ini sangat penting karena terjadi saat Indonesia berupaya menjaga stabilitas stok BBM selama liburan akhir tahun dan memasuki 2026. Eksekusi kesepakatan ini dapat menjadi preseden untuk kolaborasi masa depan di sektor energi, yang berpotensi mengarah pada langkah-langkah keamanan energi yang lebih kuat di negara ini.
Fuel Supply Agreement Negotiation
Energy Security Enhancement