Pertamina Boosts Energy Sovereignty with CEOR Project in Minas Field
Back
Back
7
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 24
Sources1 verified

Pertamina Perkuat Kedaulatan Energi Lewat Proyek CEOR di Lapangan Minas

Tim Editorial AnalisaHub·24 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah meluncurkan proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Minas, dengan target meningkatkan perolehan minyak sebesar 12-16%. Proyek ini menunjukkan komitmen Pertamina terhadap kedaulatan energi dan ketahanan energi nasional. Teknologi CEOR menggunakan kombinasi alkali, surfaktan, dan polimer (ASP) untuk mengambil lebih banyak minyak dari lapangan matang, berpotensi menambah 70.000 barel per hari (bph) pada 2030 dan mencapai puncak 200.000 bph pada 2036.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Pertamina Luncurkan Proyek CEOR untuk Meningkatkan Produksi Minyak di Lapangan Minas

Inisiatif Enhanced Oil Recovery

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), telah resmi meluncurkan proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Area A Lapangan Minas, Zona Rokan. Pengembangan ini menandai tonggak penting dalam upaya PHR untuk mengoptimalkan produksi dan mendukung ketahanan energi nasional.

Inovasi Teknologi

Proyek CEOR menggunakan kombinasi canggih bahan kimia alkali, surfaktan, dan polimer (ASP) yang diinjeksikan ke reservoir untuk mengambil minyak dari pori-pori batuan secara lebih efektif. Teknologi ini, yang dikembangkan oleh peneliti Pertamina sendiri, merupakan kemajuan signifikan dalam teknik perolehan minyak yang ditingkatkan. Pengembangan formula ASP ini sangat penting karena mengatasi tantangan teknis sebelumnya dan menunjukkan kemampuan teknologi Pertamina yang berkembang.

Dampak Produksi

Lapangan Minas, yang telah berproduksi sejak 1952, diklasifikasikan sebagai lapangan matang namun masih memiliki cadangan yang belum terambil. Proyek CEOR ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap lanskap energi Indonesia:

  • Target awal: 70.000 barel per hari (bph) pada 2030
  • Puncak produksi: 200.000 bph pada 2036
  • Peningkatan perolehan: 12-16% dari Original Oil in Place (OOIP)

Signifikansi Strategis

Implementasi proyek CEOR ini memposisikan PHR sebagai pelopor teknologi CEOR di Indonesia. Dampak proyek ini melampaui keuntungan produksi langsung:

  1. Ketahanan Energi: Berkontribusi pada kedaulatan energi nasional melalui produksi domestik yang maksimal
  2. Dampak Ekonomi: Potensi meningkatkan pendapatan negara melalui produksi minyak yang lebih tinggi
  3. Kemajuan Teknologi: Menunjukkan kemampuan Indonesia dalam teknologi energi yang kompleks
  4. Pengembangan Masa Depan: Membuka peluang pengembangan serupa di lapangan matang lain dalam Wilayah Kerja Rokan

Perspektif Pemangku Kepentingan

Keberhasilan proyek ini mendapat dukungan dari berbagai pihak:

  • SKK Migas: Mengakui pentingnya proyek ini dalam menjaga produksi dari lapangan matang
  • Pemprov Riau: Melihat potensi dampak positif terhadap pembangunan daerah melalui peningkatan bagi hasil
  • Direksi Pertamina: Melihat ini sebagai langkah penting dalam mencapai target produksi perusahaan

Prospek Masa Depan

Keberhasilan proyek CEOR di Area A Minas ini diharapkan menciptakan efek domino, memungkinkan pengembangan serupa di area lain dalam Wilayah Kerja Rokan, termasuk Area B, C, dan D Minas, serta lapangan lain seperti Balam South dan Bangko. Inisiatif ini sejalan dengan strategi Pertamina yang lebih luas untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi dari aset matang, mendukung tujuan ketahanan energi Indonesia dan pembangunan ekonomi.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
3 weeks ago
Read Time
15 min
Sources
1 verified
Related Stocks
PERTAMINA

Topics Covered

Energi dan Sumber Daya AlamTeknologi MigasKedaulatan Energi

Key Events

1

CEOR Project Launch

2

Enhanced Oil Recovery Implementation

3

Production Increase Target

Timeline from 1 verified sources