Key insights and market outlook
Pertamina Patra Niaga mengambil langkah proaktif untuk menjaga stabilitas pasokan BBM di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat meskipun kondisi cuaca ekstrem yang telah menunda dua kapal tanker bahan bakar untuk bersandar di Single Point Mooring (SPM) Belawan sejak 23 November 2025. Perusahaan ini memperketat pemantauan pasokan dan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan distribusi tetap optimal. Rute pasokan alternatif telah diaktifkan dari terminal bahan bakar terdekat untuk menjaga ketersediaan di SPBU.
Pertamina Patra Niaga melaksanakan langkah-langkah komprehensif untuk menjaga stabilitas pasokan BBM di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setelah kondisi cuaca ekstrem mengganggu operasional tanker di Single Point Mooring (SPM) Belawan sejak 23 November 2025. Respon cepat perusahaan ini mencakup pemantauan pasokan yang diperketat dan koordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan distribusi tetap optimal.
Untuk mengurangi dampak keterlambatan pengiriman, Pertamina telah mengaktifkan rute pasokan alternatif dari terminal bahan bakar terdekat, termasuk IT Lhokseumawe, FT Siantar, dan IT Dumai. Perusahaan juga telah menerapkan skema distribusi prioritas untuk menjaga ketersediaan di SPBU yang mencapai tingkat stok kritis. Selain itu, produk alternatif seperti Pertamax dan Pertamina Dex dimaksimalkan untuk mendukung kebutuhan energi selama periode ini.
Pertamina menjaga koordinasi erat dengan otoritas pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memastikan situasi tetap terkendali. Perusahaan menekankan bahwa tantangan pasokan saat ini bersifat sementara dan operasi normal diharapkan kembali setelah kondisi cuaca membaik, memungkinkan prosedur sandar yang aman.
Perusahaan secara aktif berkomunikasi dengan publik, menyerukan ketenangan dan menyarankan agar tidak melakukan panic buying sembari menekankan pentingnya pembelian bahan bakar sesuai kebutuhan aktual. Pertamina juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada saat melintas di area yang masih terdampak gangguan cuaca. Untuk masalah layanan, pelanggan dianjurkan menghubungi Contact Center Pertamina di 135.
Sementara waktu yang tepat untuk normalisasi operasi tergantung pada kondisi cuaca, Pertamina menunjukkan bahwa distribusi Biosolar diperkirakan kembali normal pada Rabu (26/11) dan Pertalite pada Kamis (27/11) jika proses sandar dapat dilakukan hari ini. Perusahaan tetap berkomitmen untuk menjaga kontinuitas pasokan energi sampai situasi sepenuhnya stabil.
Fuel Supply Disruption Mitigation
Alternative Supply Activation
Priority Distribution Implementation