Key insights and market outlook
Pertamina Geothermal Energy (PGEO) mencatat produksi listrik sebesar 1.326 GWh melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang selama sembilan bulan pertama 2025, menunjukkan peningkatan 1,1% year-on-year dari 1.312 GWh pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan produksi ini didorong oleh program optimalisasi load factor yang diterapkan pada 2025 di Unit 1, 2, dan 3 PLTP Kamojang.
Pertamina Geothermal Energy (PGEO) telah berhasil mencapai produksi listrik sebesar 1.326 GWh melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang selama sembilan bulan pertama 2025. Ini merupakan peningkatan sebesar 1,1% dibandingkan dengan 1.312 GWh yang dicatat pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan produksi ini terutama didorong oleh implementasi program optimalisasi load factor di Unit 1, 2, dan 3 fasilitas PLTP Kamojang.
Menurut Hendrik K. Sinaga, Plt. General Manager PGE Area Kamojang, peningkatan produksi ini merupakan hasil langsung dari upaya optimalisasi yang dilakukan pada 2025. Implementasi program-program ini yang berhasil telah berkontribusi pada peningkatan kinerja keseluruhan PLTP Kamojang, menjaga statusnya sebagai komponen penting dalam produksi energi panas bumi Indonesia.
PLTP Kamojang tetap menjadi salah satu fasilitas energi penting dalam bauran energi terbarukan Indonesia. Kinerja produksi yang konsisten menunjukkan komitmen PGEO untuk menjaga keunggulan operasional sambil memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan energi negara melalui sumber daya yang bersih dan berkelanjutan.
Increased Geothermal Production
Operational Optimization Success