Key insights and market outlook
PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar stabil selama periode Nataru 2025/2026 melalui Satgas Nataru yang telah beroperasi sejak November. Perusahaan siap memasok solar ke SPBU swasta jika diarahkan pemerintah, sejalan dengan rencana penghentian impor solar di 2026 1
PT Pertamina Patra Niaga telah mengaktifkan Satgas Nataru sejak November untuk memastikan pasokan bahan bakar dan LPG tidak terganggu selama musim liburan 2025/2026. Satgas ini fokus menjaga distribusi di seluruh Indonesia melalui 7.885 SPBU, 6.777 Pertashop, dan 6.634 agen LPG 4
Selama periode liburan, Pertamina Patra Niaga memprediksi peningkatan konsumsi bensin sebesar 3,2% dibandingkan kebutuhan harian normal, sementara konsumsi solar diperkirakan turun 7,6% karena aktivitas industri yang menurun. Konsumsi bahan bakar pesawat diproyeksikan naik 5,2%, dan permintaan LPG diperkirakan meningkat 7,2% 5
Pemerintah berencana menghentikan impor solar pada 2026 setelah penyelesaian Refinery Development Master Plan (RDMP) di kilang Balikpapan pada Desember 2025. Pertamina Patra Niaga siap memasok solar ke SPBU swasta jika diarahkan pemerintah, memastikan produksi dalam negeri cukup memenuhi permintaan 1
Setelah bencana alam baru-baru ini, beberapa wilayah di Aceh masih menghadapi tantangan distribusi bahan bakar, terutama di Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang. Pertamina Patra Niaga berupaya memulihkan jaringan distribusi di wilayah-wilayah tersebut dengan mengirimkan tabung LPG dan peralatan distribusi melalui transportasi laut untuk mendukung daerah terdampak 2
Untuk menjaga stabilitas rantai pasokan, Pertamina Patra Niaga telah mengimplementasikan sistem pemantauan real-time melalui Command Center Satgas Nataru. Perusahaan juga telah mengirimkan 2 skid tank berkapasitas 15 metrik ton masing-masing untuk memperkuat pasokan LPG di wilayah terdampak bencana 2
Nataru Task Force Activation
Fuel Supply Guarantee
Diesel Import Stop Plan