Key insights and market outlook
PT Pertamina (Persero) akan menggantikan Harbour Energy dalam mengembangkan Blok Tuna di Laut Natuna. Pertamina akan bermitra dengan perusahaan minyak Rusia, Zarubezhneft. Keputusan ini mengikuti pilihan Harbour Energy untuk keluar dari blok tersebut, sesuai dengan preferensi pemerintah untuk perusahaan nasional memimpin proyek energi strategis.
PT Pertamina (Persero) siap menggantikan Harbour Energy dalam pengembangan Blok Tuna yang terletak di Laut Natuna. Langkah ini didukung oleh pemerintah Indonesia, yang lebih memilih perusahaan nasional untuk memimpin proyek energi strategis. Keputusan ini diungkapkan oleh Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas, satuan tugas khusus untuk kegiatan hulu minyak dan gas bumi di Indonesia.
Pertamina diharapkan akan bermitra dengan Zarubezhneft, perusahaan minyak dan gas Rusia, dalam mengembangkan Blok Tuna. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kemitraan energi strategis Indonesia tidak hanya terbatas pada perusahaan nasional, tetapi juga melibatkan partner internasional. Blok Tuna dianggap sebagai aset energi penting bagi Indonesia, dan perubahan operator ini mencerminkan dorongan pemerintah untuk meningkatkan partisipasi nasional dalam proyek energi kritikal.
Menurut Djoko Siswanto, Harbour Energy telah memutuskan untuk keluar dari Blok Tuna, sehingga membuka kesempatan bagi Pertamina untuk mengambil alih. Pemerintah telah melakukan diskusi dengan Pertamina mengenai potensi pengambilalihan ini, menandakan strategi yang lebih luas untuk memperkuat kontrol nasional atas aset energi kunci. Perkembangan ini sejalan dengan kebijakan keamanan energi Indonesia dan upayanya untuk mengoptimalkan sumber daya energi domestik.
Energy Block Operator Change
Strategic Energy Partnership