Pertamina's Balikpapan Refinery Upgrade Boosts Fuel and Petrochemical Production
Back
Back
7
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedJan 11
Sources5 verified

Peningkatan Kilang Balikpapan Pertamina Tingkatkan Produksi BBM dan Petrokimia

Tim Editorial AnalisaHub·11 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan telah selesai dengan investasi sebesar Rp 123 triliun 4

. Kilang yang telah ditingkatkan ini kini dapat memproduksi bahan bakar standar Euro 5, LPG, dan produk petrokimia seperti propylene dan sulfur. Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex menjadi tulang punggung modernisasi ini, meningkatkan kompleksitas kilang dari 3,7 menjadi 8,0 pada Nelson Complexity Index 3.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Peningkatan Kilang Balikpapan Pertamina: Lompatan Besar dalam Produksi Energi

Modernisasi Melalui RDMP

Pertamina telah berhasil meningkatkan kapasitas kilang Balikpapan melalui Refinery Development Master Plan (RDMP), menandai tonggak penting dalam modernisasi sektor energi Indonesia 1

23. Proyek yang dimulai pada 2019 ini melibatkan investasi sebesar Rp 123 triliun 4, menjadikannya salah satu proyek infrastruktur energi terbesar di Indonesia.

Fitur Utama Kilang yang Ditingkatkan

  1. Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex: Menjadi inti dari upaya modernisasi, memungkinkan kilang mengolah residu minyak mentah menjadi produk bernilai tinggi 23.
  2. Produksi Bahan Bakar Euro 5: Kilang kini dapat memproduksi bahan bakar berkualitas tinggi standar Euro 5, mengurangi kandungan sulfur dari 2.500 ppm menjadi hanya 10 ppm 3.
  3. Produksi Petrokimia: Fasilitas ini kini mampu memproduksi propylene dan sulfur sebagai bagian dari portofolio petrokimia yang diperluas 13.
  4. Peningkatan Produksi LPG: Peningkatan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi LPG sebesar 336 ribu ton per tahun, membantu mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor 3.

Peningkatan Teknis

Modernisasi ini telah meningkatkan kompleksitas kilang, sebagaimana diukur oleh Nelson Complexity Index, dari 3,7 menjadi 8,0 3

. Transformasi ini juga meningkatkan Yield Valuable Product (YVP) dari 75,3% menjadi 91,8%, menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi dan kualitas produk kilang 3.

Implikasi Strategis

Kilang Balikpapan yang telah ditingkatkan merupakan komponen krusial dalam strategi Pertamina untuk meningkatkan ketahanan energi Indonesia dan mendukung transisi negara menuju sumber energi yang lebih bersih. Dengan memproduksi bahan bakar dan petrokimia yang lebih berkualitas, Pertamina lebih siap untuk memenuhi permintaan domestik dan berpotensi memperluas ke pasar internasional.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Proyek ini tidak hanya memperkuat kemandirian energi Indonesia tetapi juga berkontribusi pada tujuan lingkungan dengan memproduksi bahan bakar bersih dengan kandungan sulfur lebih rendah. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk mengurangi emisi dan meningkatkan kualitas udara. Peningkatan produksi petrokimia juga mendukung pengembangan industri hilir, berpotensi menciptakan peluang ekonomi tambahan bagi negara.

Sumber

  1. [Detik Finance - Kilang Terbesar RI Bisa Hasilkan Produk Petrokimia](
  2. [Kontan - RFCC Complex Jadi Tulang Punggung RDMP Kilang Balikpapan](
  3. [Detik Finance - Fasilitas RFCC Complex Jadi Jantung Modernisasi RDMP Balikpapan](
  4. [Kontan - Pertamina Ungkap Investasi RDMP Balikpapan Tembus Rp 123 Triliun](
  5. [Detik Finance - Prabowo Resmikan Megaproyek RDMP Balikpapan Rp 123 Triliun Hari Ini!](
Original Sources

Story Info

Published
5 days ago
Read Time
17 min
Sources
5 verified

Topics Covered

Energy Infrastructure DevelopmentRefinery ModernizationPetrochemical Production

Key Events

1

RDMP Balikpapan Completion

2

High-quality Fuel Production

3

Petrochemical Production Initiation

Timeline from 5 verified sources