Key insights and market outlook
Proyek infrastruktur energi terintegrasi PT Pertamina (Persero) di Balikpapan, Kalimantan Timur, memberikan manfaat ekonomi signifikan bagi masyarakat lokal. Proyek ini telah menyerap sekitar 24.000 pekerja pada fase konstruksi, sebagian besar dari tenaga kerja lokal, dan diproyeksikan akan melibatkan 2.000 pekerja langsung pada fase operasi. Pembangunan ini berdampak positif pada bisnis lokal, terutama UMKM, dengan meningkatkan permintaan barang dan jasa.
Proyek infrastruktur energi terintegrasi PT Pertamina (Persero) di Balikpapan, Kalimantan Timur, memberikan dampak transformatif pada ekonomi lokal. Pembangunan komprehensif ini meliputi berbagai komponen seperti Pipa Gas Senipah, tangki penyimpanan Lawe-lawe, CDU (Crude Distillation Unit), Kompleks RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking), dan Terminal Bahan Bakar Tanjung Batu. Proyek besar ini tidak hanya meningkatkan distribusi energi di Indonesia Timur tapi juga menciptakan peluang ekonomi substansial bagi penduduk lokal.
Kehadiran proyek infrastruktur besar ini telah memberikan manfaat signifikan bagi bisnis lokal, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pedagang makanan lokal seperti Yanti yang menjalankan warung dengan menu masakan rumahan di dekat kilang, telah mengalami peningkatan trafik pelanggan dari pekerja proyek. "Alhamdulillah, kita bersyukur. Untuk sehari-hari perputaran ada. Mudah-mudahan pekerja Pertamina dan kontraktor tetap bisa datang ke warung sekitar sini walau proses pembangunan telah selesai," ungkap Yanti. Dampak positif serupa juga dirasakan oleh Tuti, pemilik Warung Kube Mandiri, yang mengalami jumlah pelanggan puncak pada jam makan siang.
Menurut Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, proyek ini telah menciptakan peluang kerja yang besar dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pada fase konstruksi, proyek ini telah menyerap sekitar 24.000 pekerja, dengan mayoritas merupakan tenaga kerja lokal. Pada fase operasional, kilang diproyeksikan akan mempekerjakan langsung sekitar 2.000 pekerja. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja tidak langsung dan peluang bisnis di berbagai sektor pendukung.
Pertamina menekankan komitmennya untuk mendukung industri nasional melalui implementasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 35% selama pembangunan kilang. Kebijakan ini menunjukkan dedikasi perusahaan untuk meningkatkan kapabilitas industri domestik di sektor manufaktur dan jasa. Dengan mengoptimalkan kandungan lokal, Pertamina bertujuan untuk memperkuat ekosistem industri nasional dan meningkatkan daya saing negara.
Proyek kilang Pertamina Balikpapan merupakan investasi signifikan dalam infrastruktur energi Indonesia sekaligus mendorong pembangunan ekonomi lokal. Melalui penciptaan lapangan kerja, dukungan pada UMKM, dan komitmen pada kandungan lokal, proyek ini memberikan dampak positif substansial pada ekonomi regional.
Proyek Energi Terintegrasi Balikpapan
Penciptaan Lapangan Kerja Massal
Dukungan pada UMKM Lokal