Key insights and market outlook
Harga perak melonjak ke rekor tertinggi pada Desember 2025, didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan melemahnya dolar AS. Peru memegang cadangan perak terbesar dunia sebesar 140.000 ton metrik (22% dari total global), diikuti oleh Australia, Rusia, dan China. Kenaikan harga 160% di 2025 memiliki implikasi signifikan bagi dinamika pasokan global.
Harga perak mencapai rekor tertinggi pada Desember 2025, didorong oleh ketegangan geopolitik yang meningkat dan pelemahan signifikan dolar AS. Komoditas ini mengalami kenaikan harga 160% luar biasa sepanjang 2025, bahkan melampaui kinerja emas. Lonjakan ini disertai dengan pergeseran dinamis pasar global yang signifikan, dengan kontrak berjangka sempat menyentuh sekitar US$80 per ons.
Data United States Geological Survey (USGS) hingga Januari 2025 mengungkapkan bahwa total cadangan perak global mencapai sekitar 641.400 ton metrik. Peru menonjol sebagai pemimpin jelas dalam cadangan perak, memegang sekitar 140.000 ton metrik, atau sekitar 22% dari total cadangan dunia. Negara ini mempertahankan posisinya sebagai pemain strategis di pasar perak global.
Di bawah Peru, terdapat kelompok pemegang cadangan signifikan lainnya, yaitu:
Ketiga negara ini secara kolektif menguasai sekitar 40% cadangan perak global, menciptakan struktur pasar terkonsentrasi yang dapat mempengaruhi dinamika pasokan di masa depan.
Konsentrasi cadangan perak di negara-negara kunci ini memiliki implikasi penting bagi pasar global:
Ketika ekonomi global terus menavigasi ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi mata uang, pasar perak kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan signifikan. Distribusi cadangan saat ini menunjukkan bahwa Peru akan mempertahankan pentingnya strategis dalam rantai pasokan perak global, sementara pemegang cadangan besar lainnya juga akan memainkan peran penting dalam membentuk dinamika pasar.
Silver Price Surge to Record High
Global Reserves Distribution Update