Key insights and market outlook
Analis dari Bahana Sekuritas menilai PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sangat penting dalam transisi energi Indonesia. Perusahaan ini menargetkan kapasitas 1 GW pada 2028 dan produksi 5,5-6,0 GWh, menawarkan pertumbuhan terukur dan profil bisnis defensif. Energi panas bumi PGEO dianggap krusial dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus meningkatkan bauran energi terbarukan.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) diposisikan sebagai pemain kunci dalam transisi energi Indonesia menurut analis dari Bahana Sekuritas. Fokus perusahaan pada energi panas bumi dianggap krusial dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus meningkatkan bauran energi terbarukan nasional.
PGEO telah menetapkan target ambisius: kapasitas 1 gigawatt pada 2028 dan produksi 5,5-6,0 GWh. Target ini dipandang menawarkan kombinasi pertumbuhan terukur dan profil bisnis defensif, menjadikan PGEO prospek menarik di sektor energi terbarukan. Pertumbuhan perusahaan dianggap lebih dapat diprediksi dibandingkan segmen energi terbarukan lain atau sektor pertambangan mineral dan logam.
Saham PGEO menunjukkan potensi positif dengan pertumbuhan lebih terukur dibandingkan sektor energi terbarukan lain atau pertambangan. Analis Jeremy Mikael dari Bahana Sekuritas menekankan bahwa profil bisnis PGEO relatif defensif sembari tetap memiliki potensi pertumbuhan. Hal ini memposisikan PGEO sebagai kontributor signifikan bagi target transisi energi Indonesia sekaligus menawarkan peluang investasi stabil di ruang energi terbarukan.
Target Kapasitas 1 GW 2028
Produksi 5,5-6,0 GWh