PGN and BRIN Launch Biosaline Rice Technology to Boost Coastal Farming Productivity
Back
Back
4
Impact
3
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 17
Sources1 verified

PGN dan BRIN Luncurkan Teknologi Padi Biosalin untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian Pesisir

Tim Editorial AnalisaHub·17 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan teknologi padi biosalin di Jepara, Jawa Tengah, untuk merevitalisasi pertanian pesisir yang terdampak intrusi air laut dan banjir rob. Program ini mencakup penyediaan benih, pendampingan budidaya, dan dukungan pascapanen di lahan seluas 5 hektar awalnya, dengan rencana perluasan hingga 20 hektar. Inisiatif ini menunjukkan pendekatan komprehensif terhadap ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan ketahanan masyarakat melalui kolaborasi publik-swasta-akademik.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

PGN dan BRIN Luncurkan Teknologi Padi Biosalin untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian Pesisir

Mengatasi Tantangan Pertanian Pesisir

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi memperkenalkan teknologi padi biosalin di Jepara, Jawa Tengah. Inisiatif ini bertujuan mengatasi tantangan petani pesisir akibat peningkatan salinitas tanah dan gagal panen berulang. Program ini diluncurkan melalui acara Farm Field Day, menampilkan potensi teknologi pertanian inovatif ini.

Pendekatan Implementasi Komprehensif

Program padi biosalin mencakup beberapa komponen:

  1. Penyediaan benih: Penyediaan 400 kilogram benih padi biosalin untuk budidaya awal
  2. Pendampingan budidaya: Dukungan teknis selama proses pertanian
  3. Dukungan pascapanen: Bimbingan penanganan dan pengolahan hasil panen
  4. Penguatan kapasitas: Pelatihan untuk meningkatkan keterampilan petani
  5. Penyiapan lahan: Melibatkan dukungan dari otoritas lokal dan aparat keamanan

Hasil Signifikan dan Rencana Masa Depan

Implementasi awal di wilayah pesisir Semarang menunjukkan hasil yang menjanjikan dengan produktivitas mencapai 5,85 ton per hektar, menghasilkan 116,95 ton gabah kering panen dari 100 hektar. Di Jepara, program dimulai dengan 5 hektar dan berencana memperluas ke 20 hektar. Rencana masa depan termasuk replikasi model ini di wilayah pesisir lain, dengan potensi perluasan ke Kabupaten Batang pada 2026.

Pendekatan Pembangunan Terintegrasi

Proyek ini menunjukkan model pembangunan terintegrasi yang menggabungkan:

  1. Peningkatan ketahanan pangan melalui teknik pertanian inovatif
  2. Pengelolaan lingkungan dengan mereklamasi lahan tidak produktif
  3. Transisi energi melalui teknologi pengelolaan limbah plastik (Petasol)
  4. Peningkatan ketahanan masyarakat melalui pengembangan kapasitas

Perspektif Pemangku Kepentingan

Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar memuji kolaborasi ini, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan prioritas ketahanan pangan nasional dan memberikan solusi terintegrasi untuk wilayah terdampak perubahan iklim. Catur Dermawan, Direktur Keuangan PGN, menekankan bahwa program ini tidak hanya fokus pada hasil panen tapi juga pada pemulihan nilai ekonomi lahan pesisir. Wiwiek Joelijani dari BRIN menyoroti aspek keberlanjutan jangka panjang, termasuk produksi benih lokal dan berbagai teknologi tepat guna untuk pemulihan pascabencana.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
13 min
Sources
1 verified
Related Stocks
PGN

Topics Covered

Food SecurityAgricultural InnovationCoastal FarmingPublic-Private Partnership

Key Events

1

Biosaline Rice Technology Launch

2

Coastal Farming Revitalization Program

3

Public-Private Collaboration

Timeline from 1 verified sources