Key insights and market outlook
PT PLN (Persero) mendorong kolaborasi dengan perusahaan swasta dan pemerintah daerah untuk mengembangkan infrastruktur pengisian kendaraan listrik melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Saat ini terdapat 4.377 SPKLU di 2.862 lokasi di Indonesia, dengan 2.646 di antaranya dimiliki oleh PLN dan sisanya oleh mitra. PLN menawarkan skema kemitraan dengan insentif bagi entitas swasta untuk berpartisipasi dalam bisnis SPKLU, mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
PT PLN (Persero) secara aktif mendorong keterlibatan perusahaan swasta dan pemerintah daerah dalam pengembangan infrastruktur pengisian kendaraan listrik melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Inisiatif ini sangat penting untuk memajukan ekosistem kendaraan listrik nasional dan mendukung transisi negara menuju mobilitas listrik.
Saat ini Indonesia telah memiliki 4.377 SPKLU di 2.862 lokasi. Dari jumlah tersebut, 2.646 SPKLU dimiliki sepenuhnya oleh PLN, sedangkan unit lainnya dioperasikan oleh mitra swasta. Model kepemilikan campuran ini menunjukkan komitmen PLN terhadap pengembangan infrastruktur kendaraan listrik secara kolaboratif.
PLN menawarkan skema kemitraan yang menarik dengan insentif khusus untuk mendorong partisipasi sektor swasta dalam bisnis SPKLU. Bagi investor atau bisnis yang berminat mendirikan SPKLU sendiri, PLN telah menyederhanakan proses pendaftaran melalui sistem online. Selain itu, calon mitra didorong untuk mengunjungi unit pelayanan PLN setempat di mana Account Executive Prioritas (PAE) khusus tersedia untuk memberikan dukungan komprehensif selama proses pendaftaran.
Selain SPKLU, PLN juga mengembangkan infrastruktur terkait kendaraan listrik lainnya, termasuk Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) untuk layanan penukaran baterai dan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). Pengembangan SPBKLU sangat menonjol, dengan PLN berkolaborasi dengan produsen sepeda motor untuk menstandarisasi proses penukaran baterai.
PLN menekankan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang sukses di Indonesia memerlukan kolaborasi luas di antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk entitas pemerintah, bisnis swasta, dan investor. Kepemimpinan PLN menyoroti bahwa meskipun PLN identik dengan distribusi listrik, pertumbuhan infrastruktur kendaraan listrik memerlukan upaya kolektif dari semua pihak yang terlibat.
EV Charging Infrastructure Expansion
Public-Private Partnership Initiative