Key insights and market outlook
PT PLN (Persero) membutuhkan investasi sebesar Rp 3.000 triliun untuk Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, dengan target kapasitas tambahan sebesar 69,6 GW. Investasi besar ini diharapkan dapat menciptakan manfaat ekonomi yang signifikan melalui penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan produktivitas industri. Direktur Utama PLN menekankan perlunya ekosistem investasi yang kondusif untuk mencapai rencana ambisius ini.
PT PLN (Persero), perusahaan listrik milik negara Indonesia, telah meluncurkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru untuk periode 2025-2034, yang memerlukan investasi masif sebesar Rp 3.000 triliun. Rencana baru ini mewakili ekspansi signifikan dari RUPTL sebelumnya 2021-2030, dengan target kapasitas pembangkitan listrik tambahan meningkat menjadi 69,6 gigawatt (GW) dari target sebelumnya sebesar 40,6 GW.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan bahwa investasi besar yang diperlukan ini dibenarkan oleh potensi efek pengganda pada perekonomian. Pembangunan pembangkit listrik baru, infrastruktur transmisi, dan fasilitas pendukung diharapkan dapat menciptakan peluang kerja luas dan meningkatkan produktivitas industri, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Investasi ini dianggap krusial untuk mendukung kebutuhan energi yang meningkat di Indonesia sambil mempromosikan pembangunan ekonomi.
Darmawan menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang kondusif untuk investasi dan kolaborasi guna mencapai rencana RUPTL yang ambisius. Ia menyatakan, "Kami membutuhkan investasi sekitar Rp 3.000 triliun selama 10 tahun, dan untuk itu, kami perlu membangun ekosistem yang kondusif untuk investasi, ekosistem yang kondusif untuk kolaborasi." Pendekatan ini diharapkan dapat menarik partisipasi sektor publik dan swasta dalam pembangunan infrastruktur energi masif.
Meskipun rincian spesifik tentang peran Danareksa tidak dielaborasi dalam sumbernya, pengamat industri mengharapkan keterlibatan signifikan dari perusahaan milik negara seperti Danareksa dan investor swasta dalam pembiayaan dan pelaksanaan proyek-proyek RUPTL. Kesuksesan rencana investasi masif ini akan bergantung pada kolaborasi efektif antara PLN, entitas pemerintah, lembaga keuangan, dan pemain sektor swasta.
RUPTL 2025-2034 Announcement
Massive Energy Infrastructure Investment Plan